Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tanpa Listrik di Pedalaman, Siswa SMK Negeri Siemanggaris Nyaris tak Bisa UNBK

Sekolah di pedalaman yang dikelilingi perkebunan kelapa sawit itu memang belum dilengkapi dengan aliran listrik

Tanpa Listrik di Pedalaman, Siswa SMK Negeri Siemanggaris Nyaris tak Bisa UNBK
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah siswa menjawab soal Bahasa Indonesia yang tertera pada komputer saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di SMK Negeri 2, Jalan Ciliwung, Kota Bandung, Senin (2/4/2018). Pelaksanaan UNBK tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diselenggarakan serentak di seluruh tanah air itu, akan berlangsung hingga 5 April 2018 dengan mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia hari pertama, hari kedua Matematika, hari ketiga Bahasa Inggris, dan hari keempat Teori Kejuruan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN -  Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Siemanggaris nyaris tak bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Persoalannya, aliran listrik yang menghidupkan komputer sangat sulit diperoleh.  

Padahal Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie sudah memastikan Kalimantan Utara 100 persen mampu melaksanakan UNBK.

Kepala SMK Negeri Siemanggaris, Rusmini Hakim mengatakan, untuk mendapatkan pasokan listrik ke sekolah, pihaknya harus berjuang meminta kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Selain tidak adanya aliran listrik pada siang hari di wilayah itu, sekolah di pedalaman yang dikelilingi perkebunan kelapa sawit itu memang belum dilengkapi dengan aliran listrik.

Rusmini memulai usahanya dengan bersurat kepada PT PLN Persero Rayon Nunukan. Dia memohon agar sekolah itu mendapatkan aliran listrik.

“PT PLN Rayon Nunukan menyarankan agar SMK bersurat langsung ke PLN Wilayah Berau sebagai pengambil kebijakan,” ujarnya, Kamis (5/4/2018).

Untuk bisa memenuhi kebutuhan listrik di sekolah yang mayoritas dihuni anak- anak buruh perkebunan kelapa sawit itu, dia juga bermohon kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit agar bisa meminjamkan jaringan listrik.

Dia berharap, dengan kesediaan pihak perusahaan meminjamkan jaringannya, PT PLN Persero mau menyalurkan listrik ke sekolah tersebut.

Halaman
123
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas