Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Urine Balita yang Dinyatakan Positif Narkotika Sudah Dimusnahkan Rumah Sakit

Alat-alat yang digunakan RSUD pada saat melakukan tes urine CS pada Sabtu (31/3/2018) lalu juga sesuai standar Kementerian Kesehatan

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Urine Balita yang Dinyatakan Positif Narkotika Sudah Dimusnahkan Rumah Sakit
Tribun Pekanbaru/Guruh BW
Ika Nofitri memangku anaknya, CS, balita berusia 4 tahun yang mabuk pasca mengkonsumsi permen saat ditemui di rumah neneknya di Kelurahan Selatpanjang Selatan. TRIBUN PEKANBARU/GURUH BW 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Dirut RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti, Ruswita mengaku tidak menyimpan sampel urine milik anak Ika Nofitri, CS yang sebelumnya dinyatakan positif mengandung Narkotika pasca mengkonsumsi permen pada Jumat (30/3/2018) lalu.

Menurut Ruswita, pihaknya tidak memiliki alasan untuk menyimpan urine tersebut dan tidak ada satupun pihak yang meminta kepada RSUD untuk menyimpan sampel urine milik CS.

Polisi juga tidak meminta sampel urine tersebut sesaat dinyatakan positif oleh RSUD Meranti pasca diuji lab pada Sabtu (31/3/2018).

"Sudah kami musnahkan, sebab itu kan limbah medis. Lagipula buat apa kami simpan-simpan di sini," ujar Ruswita pada Tribunpekanbaru.com, Jumat (6/4/2018).

Ruswita juga enggan menanggapi hasil tes ulang terhadap urine Ika Nofitri dan balitanya yang dilakukan oleh Puslabfor Mabes Polri.

Ruswita hanya mengatakan tes terhadap urine balita berinisial CS anak dari Ika Nofitri yang mereka lakukan sudah sesuai dengan prosedur.

Berita Rekomendasi

Baca: Ketua Umum Golkar Wajibkan Semua Caleg Dites Urine

"Saya tidak mau mengomentari hasil tes urine yang menyatakan negatif dari zat Methafetamin dan Amphetamin oleh Labfor Mabes Polri, soalnya itu di luar kewenangan saya," ujarnya.

Ia mengatakan, alat-alat yang digunakan RSUD pada saat melakukan tes urine CS pada Sabtu (31/3/2018) lalu juga sesuai standar Kementerian Kesehatan.

"Alat tes urine yang kami lakukan juga masih layak, kadaluarsanya masih berlaku sampai Juni 2019," jelas Ruswita.

Saat melakukan tes urine, petugasnya juga didampingi oleh seorang dokter yang berwenang.

Sebelum dilakukan tes urine, pihaknya juga telah melakukan wawancara medis terhadap Ika Nofitri.

"Dari wawancara tersebut, ibu CS curiga jika anaknya terdampak Nafza. Sebab itu kami sarankan tes urin," ujar Ruswita.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas