Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Para Penghuni Mengamuk, 180 Petugas Gabungan Siaga di Rudenim Balikpapan

Tak hanya dijunjung di tangan, kertas protes tersebut juga ditempelkan di pilar dan dinding ruangan tempat mereka tidur setiap harinya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Para Penghuni Mengamuk, 180 Petugas Gabungan Siaga di Rudenim Balikpapan
Tribun Kaltim/Fachri Ramadhani
Sebanyak 152 pengungsi Rudenim Balikpapan melakukan unjuk rasa. Mereka berteriak dari ruang kamar pengungsi sambil mengangkat kertas bertuliskan protes, Jumat (20/4/2018) malam. TRIBUN KALTIM/FACHRI RAMADHANI 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Sebanyak 152 pengungsi Rudenim Balikpapan melakukan unjuk rasa.

Mereka berteriak dari ruang kamar pengungsi sambil mengangkat kertas bertuliskan protes, Jumat (20/4/2018) malam.

Tak hanya dijunjung di tangan, kertas protes tersebut juga ditempelkan di pilar dan dinding ruangan tempat mereka tidur setiap harinya.

Aksi mereka membuat aparat keamanan Balikpapan bereaksi.

Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Fitra mengerahkan kekuatan kepolisian menuju Rudenim Balikpapan.

Baca: WNA di Rudenim Balikpapan Ngamuk, CCTV dan Sejumlah Fasilitas Lainnya Dirusak

Rekomendasi Untuk Anda

"Total seluruh 180 personel gabungan, dari TNI-Polri, Satpol PP, PMI dan BPBD," katanya.

Wiwin mengungkapkan pihaknnya bersama Rudenim telah melakukan mediasi dengan perwakilan WNA yang tinggal di lembaga penampungan WNA di Balikpapan.

Adapun tuntutan mereka antara lain ingin dibebaskan ke luar masuk Rudenim.
Kemudian tidak diperlakukan sebagai seorang tahanan.

Warga asing penghuni Rudenim Lamaru, Balikpapan melakukan aksi unjuk rasa, Jumat (20/4/2018).
Warga asing penghuni Rudenim Lamaru, Balikpapan melakukan aksi unjuk rasa, Jumat (20/4/2018). (Tribun Kaltim)

"Mereka ingin dipindahkan di tempat lain, di luar Balikpapan," tuturnya.

Negosiasi pun dilakukan dengan pihak imigrasi dan IOM. Aspirasi dari mereka akan ditampung.

"Secepatnya akan dipindahkan secara bertahap. Bisa di Medan, Surabaya atau tempat lain," sambungnya.

Untuk skema pengamanan, Wiwin mengatakan jajarannya bakal ditempatkan selama beberapa hari ke depan.

Baca: Mahasiswa Indonesia Ditabrak Hingga Meninggal, Pelakunya Ditangkap Polisi Jepang, SIM Dicabut

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas