Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

WNA Afganistan Penghuni Rudenim Balikpapan Paling Tak Sabaran

Rudenim Balikpapan telah melakukan pemindahan secara bertahap bagi warga negara asing (WNA) imigran yang tinggal di Rudenim Balikpapan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in WNA Afganistan Penghuni Rudenim Balikpapan Paling Tak Sabaran
Tribun Kaltim/Fachmi Rachman
WNA mengamuk di Rudenim Balikpapan. Mereka ingin dibebaskan dan pergi ke Australia negara tujuan. TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN 
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan Irham Anwar mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemindahan secara bertahap bagi warga negara asing (WNA) imigran yang tinggal di Rudenim Balikpapan.

Dari total 300 penghuni pada 2017, hingga April 2018 sudah berkurang menjadi 149 kepala.

"Pemindahan itu tak serta merta 149 orang sekaligus, berapa pesawat? Jumlah mereka 2017 sebanyak 300 kepala, sekarang 149, bahkan akan kita kurangi lagi 44. Cari tempat di Jakarta, Batam atau Tanjung Pinang," kata dia.

Menurutnya, para WNA, 95 persen berkewarganegaraan Afganistan yang tak sabaran.

Baca: Hendak Jemput Keluarga, Albinus Malah Dikeroyok Sejumlah Sopir Taksi Bandara

"Setelah itu ada gelombang lagi, 50 orang," ucapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Irham mengatakan, pihaknya berkali-kali mengikuti kemauan dan tuntutan para imigran tersebut.

"Namun satu permintaan dikabulkan, permintaan lain muncul, begitu seterusnya tak pernah habis," keluh Irham.

Sebanyak 152 pengungsi Rudenim Balikpapan melakukan unjuk rasa. Mereka berteriak dari ruang kamar pengungsi sambil mengangkat kertas bertuliskan protes, Jumat (20/4/2018) malam. TRIBUN KALTIM/FACHRI RAMADHANI
Sebanyak 152 pengungsi Rudenim Balikpapan melakukan unjuk rasa. Mereka berteriak dari ruang kamar pengungsi sambil mengangkat kertas bertuliskan protes, Jumat (20/4/2018) malam. TRIBUN KALTIM/FACHRI RAMADHANI (Tribun Kaltim/Fachri Ramadhani)

Mereka selalu komplain.

"Contoh makanan. Kami beri nasi kotak, bosan mereka. Mereka minta masak di dalam. Kita kasih kebijaksanaan masak sendiri di dalam, bahan makanan dikomplain lagi," kata dia.

Baca: Kronologis Tenggelamnya Speedboat Rombongan Polres Labuhanbatu hingga Hilangnya Kompol Andi Chandra

Sering juga mereka mengeluh terkait fasilitas kesehatan. Padahal ruang pelayanan kesehatan dan perawat siaga 24 jam.

"Dokter memang tak bisa standbye," tuturnya.

Irham menguraikan, kapasitas blok di Rudenim Balikpapan hanya mampu menampung 150 orang.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas