Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Aher Dipastikan Raih Penghargaan Parasamsa Purnakarya Nugraha dari Presiden RI

Pemprov Jabar berhasil meraih penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraga yang akan diberikan oleh Wapres RI Jusuf Kalla kepada Gubernur Jabar

Aher Dipastikan Raih Penghargaan Parasamsa Purnakarya Nugraha dari Presiden RI
dok. Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berhasil meraih penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha yang akan diberikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) yang akan diserahkan pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Otonomi Daerah ke XXII tingkat nasional di Kantor Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Rabu (25/04/18).

Parasamya Purnakarya Nugraha merupakan tanda kehormatan yang diberikan atas karya tertinggi pelaksanaan pembangunan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 29 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. Menjadi sebuah penghargaan yang sangat istimewa menjelang masa akhir jabatan Gubernur Aher di tahun 2018 ini.

Aher bersyukur akan mendapat penghargaan tertinggi dari Presiden. Baginya, ini merupakan kado terindah di penghujung tugasnya sebagai orang nomor satu di Gedung Sate.

“Kita bersyukur mendapat hadiah tertinggi dari Presiden dalam prestasi pembangunan, yaitu Parasamya Purnakarya Nugeraha. Ini kado buat saya yang akan meninggalkan Gedung Sate,” kata Aher, Kamis (12/4/18), usai menghadiri Musrenbang Jabar.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan Tanda kehormatan Parasamya Purnakarya Nugraha diraih Pemerintah Provinsi Jawa Barat berdasarkan hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPD) Provinsi Jawa Barat atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) kurun waktu tahun 2014 s.d. tahun 2016 yang telah berhasil mencapai peringkat tiga besar berturut-turut secara nasional.

Dengan rincian, yaitu peringkat ke-3 atas penyelenggaran pemerintahan daerah Tahun 2014, peringkat ke-2 pada Tahun 2015, serta peringkat ke-2 pada tahun 2016 (Status Sangat Tinggi dengan Skor 3,1760) . Pemerintah Daerah yang telah meraih peringkat ke-3 besar tiga tahun berturut-turut dinominasikan oleh Kementerian Dalam Negeri untuk mendapatkan tanda Kehormatan Parasamya Purnakarya Nugraha.

Dokumen LPPD Provinsi merupakan laporan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang disampaikan setiap tahun kepada Presiden RI melalui Menteri Dalam Negeri, selambat-lambatnya 3 bulan sejak tahun anggaran berakhir. Dokumen LPPD memuat capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah pada setiap bidang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah provinsi, meliputi 26 urusan wajib dan 8 urusan pilihan. Terhadap laporan capaian kinerja tersebut, Tim Nasional yang beranggotakan unsur Kementerian Dalam Negeri, BPKP, serta unsur kementerian teknis melakukan penilaian serta penetapan status dan pemeringkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah secara nasional (34 Provinsi, 483 ).

Selain itu, penghargaan ini juga diperkuat dengan hasil Common Sense Survey (CSS) yang dilaksanakan pada tanggal 19-20 Februari 2018, yaitu survey oleh Tim Nasional ke daerah untuk memverifikasi capaian kinerja kurun waktu 2014-2016. “Dalam pelaksanaannya, setelah wawancara dengan Bapak Gubernur, dilanjutkan dengan peninjauan lapangan. Dalam survey tersebut juga dilakukan verifikasi terhadap berbagai inovasi daerah yang telah diterapkan dalam rangka peningkatan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik,” jelasnya di Gedung Sate Kota Bandung, Selasa (24/4/18).

Pawai Parasamya Purnakarya Nugraha
Sekda Iwa mengatakan, sebagai wujud syukur atas anugerah tanda kehormatan Parasamya Purnakarya Nugraha yang akan diterima pada tanggal 25 April 2018 di Jakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melaksanakan kirab/pawai pada Kamis (26/4/18), dengan rute Stasiun KA Bandung – Jl. Kebon Kawung – Jl. Pasirkaliki – jl. Padjadjaran – Jl. Cihampelas – J. Wastukencana – Jl. LL.RE Martadinata – Jl. Ir. H. Juanda – Jl. Sulandjana – Jl. Diponegoro pada pukul 09.00-10.30 WIB, dilanjutkan ke Masjid Al-Muttaqin Gd. Sate.

“Berkenaan dengan pelaksanaan kirab/pawai tersebut, akan dilakukan pengaturan lalu lintas pada jalur yang dilalui. Untuk itu apabila berdampak terhadap kemacetan lalu lintas, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terlebih dahulu pada kesempatan ini menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat,” paparnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas