Dua Kapal Perang Prancis Bersandar di Pelabuhan Benoa dan Celukan Hingga 3 Mei
Dua kapal perang Angkatan Laut (AL) "Marine Nationale" Prancis merapat ke Bali yakni FS Dixmude L9015.
Editor: Dewi Agustina

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Dua kapal perang Angkatan Laut (AL) "Marine Nationale" Prancis merapat ke Bali yakni FS Dixmude L9015 (kapal induk amfibi dan komando).
Kapal perang tersebut kini tengah bersandar di Pelabuhan Dermaga Pariwisata Benoa dan FS Surcouf F711 (kapal fregat siluman) bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang Buleleng.
Kedua kapal perang milik Prancis ini tiba dan bersandar di Bali pada Jumat (27/4/2018) dan disambut oleh Palaksa Lanal Denpasar Mayor Laut (P) Bambang Abdulah Basuki Rahmad, Athan Perancis Ltk Laurix Gael, Perwira Staf dan Anggota Lanal Denpasar.
"Kapal akan berada di Pelabuhan Benoa dan Celukan Bawang hingga lusa tanggal 3 Mei nanti dalam rangka port visit. Setelah itu akan berangkat menuju Lombok Nusa Tenggara Barat, bersama kapal kami FS Surcouf yang sekarang bersandar di Buleleng," ujar Kapten kapal FS Dixmude, Jean Porcher melalui rilis resmi yang diterima Tribun Bali, Selasa (1/5/2018).
Baca: Siti Mariyam Menangis Divonis 6 Tahun Penjara Setelah Kepergok Antar Sabu ke Lapas Kerobokan
Menurutnya, di sana pihaknya akan berpartisipasi pada acara latihan multinasional Multilateral Naval Exercise Komodo 2018, di Lombok dengan misi Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana.
Kunjungan kapal Prancis merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat hubungan Angkatan Laut Indonesia dan Prancis karena keduanya sama-sama ambil bagian dalam kegiatan menjaga keamanan dan stabilitas global maupun regional.
Prancis dan Indonesia memiliki kepentingan yang sama dalam hal menjaga lalu lintas maritim dan kebebasan berlayar sesuai dengan konvensi PBB tentang hukum laut.
Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar menyiapkan satu pleton pasukan untuk pengamanan di area dermaga pariwisata pelabuhan Benoa, serta menurunkan satu Combat boat dan satu Searider untuk melaksanakan patroli laut di sekitar alur pelabuhan Benoa Bali guna mengamankan kapal prancis tersebut.
Baca: Kesaksian Sugeng Lihat 5 Temannya Tewas Akibat Konsumsi Miras Dioplos dengan Obat Batuk
FS Dixmude L9015 merupakan kapal induk amfibi dan komando dengan berat 21.000 ton.
Kapal tersebut dapat mengangkut 16 sampai 35 helikopter, satu batalion pasukan, dan 70 kendaraan lapis baja.
Kapal tersebut juga memiliki rumah sakit yang dilengkapi dengan dua kamar operasi, satu kamar radiologi, satu ruang perawatan gigi, satu perekam, dan sebanyak 69 kamar tidur.
FS Dixmude L9015 juga dilengkapi persenjataan canggih seperti rudal Mistral Sinbad, meriam 22 milimeter, dan senjata mesin berat (SMB) otomatis M2HB Browning Kaliber 12,7 milimeter.
Sementara itu, FS Surcouf F711 memiliki berat 3.600 ton yang dilengkapi dengan peralatan perang elektronika dan peluncur decoy, 8x Exocet MM40 block II anti-ship missiles, 1x 100 mm TR automatis gun, 2x 20 mm model F2 guns, dan 1x Crotale CN2 launcher.