Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Korban Tewas akibat Ledakan Meriam Lelo Gunung Sahilan Bertambah

Satu korban luka akhirnya meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru, Rabu (9/5/2018) malam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Korban Tewas akibat Ledakan Meriam Lelo Gunung Sahilan Bertambah
Tribun Pekanbaru
Insiden meledaknya Lelo di kompleks Istana Kerajaan Gunung Sahilan Desa Sahilan Darussalam Kecamatan Gunung Sahilan memakan korban jiwa, Rabu (9/5/2018). Seorang warga meninggal terkena serpihan Lelo. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nando

TRIBUNNEWS.COM, BANGKINANG - Korban meninggal terkena ledakan Meriam Lelo bertambah.

Satu korban luka akhirnya meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru, Rabu (9/5/2018) malam.

Adalah Rafika Alni, 16 tahun, warga Desa Gunung Sahilan Kecamatan Gunung Sahilan.

Saat kejadian, pelajar yang diketahui Siswa SMK Negeri 1 Gunung Sahilan itu mengenakan seragam Pramuka.

"Meninggalnya sekitar jam 9," kata Wilham, seorang warga ketika dikonfirmasi, Rabu malam.

Sampai pukul 23.00 WIB, jenazah masih di RS Syafira dan siap-siap dibawa ke rumah duka di Gunung Sahilan.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Wilham, nyawa korban tak terselamatkan diduga karena pendarahan yang sangat parah di paha sebelah kirinya.

Diketahui, paha almarhum sobek terkena pecahan Lelo.

Sebelumnya, seorang warga, Ikram (38), warga Kelurahan Lipat Kain Kecamatan Kampar Kiri, meninggal di tempat insiden pagi itu.

Baca: Akui Ada Uang Pengesahan untuk APBD 2017, Zumi Zola: Saya Cuma Dapat Laporan

Sehingga korban meninggal menjadi dua orang.

Sedangkan tiga korban yang mengalami luka masih dirawat intensif di RS Syafira.

Camat Gunung Sahilan, Dedi Herman membeberkan perihal kronologis peristiwa meledaknya Meriam Lelo di kawasan Istana Darussalam Kerajaan Rantau Kampar Kiri Gunung Sahilan.

Saat itu sedang dilaksanakan kegiatan memperingati 1 tahun Raja Gunung Sahilan HMT Nizar Yang Dipertuan Agung, Rabu (9/5/2018) pagi.

Dedi Herman yang ditemui di RS Syafira Pekanbaru menjelaskan, dia turut mengantarkan para korban untuk mendapatkan perawatan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas