Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Masuk Daftar 200 Nama Mubalig yang Dirilis Kemenag, Aa Gym Malah Gelisah, Ini Curhat Lengkapnya

Rilis 200 mubalig yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) mencantumkan nama KH Abdullan Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Masuk Daftar 200 Nama Mubalig yang Dirilis Kemenag, Aa Gym Malah Gelisah, Ini Curhat Lengkapnya
Tribun Jabar/Isal Mawardi
KH Abdullah Gymnastiar akrab disapa Aa Gym 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Rilis 200 mubalig yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) mencantumkan nama KH Abdullan Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym.

Apa yang dirasakan Aa Gym mendapati namanya ada dideretan 200 nama-nama pendakwah top itu?

Dalam catatan yang ia unggah di akun Instagram-nya, lengkap dengan foto Aa Gym selakayknya dengan menulis sebuah surat, ternyata dia merasa gudah.

"Sehubungan adanya Daftar 200 Mubaligh dan nama Aa tercantum, seketika hati ini merasa sangat gundah," ujarnya dalam catatan itu, Senin (21/5/2018).

Aa Gym merasa dirinya belum layak disebut seorang ulama.

Dia beralasan keilmuan dan pengalamannya belum sepadan dengan julukan ulama.

"Apalagi melihat guru-guru dan sahabat-sahabat Aa yang tidak diragukan lagi keilmuaan, kecintaan dan perjuangan untuk negeri tercinta ini, belum ada dalam daftar," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Aa Gym meyakini bahwa tujuan dibuat daftar itu bertujuan baik bagi bangsa Indonesia.

Hanya, daftar 200 nama mubaligh itu ternyata menimbulkan polemik.

Aa Gym menyarankan kebijakan tersebut dievaluasi dengan melibatkan MUI dan para pimpinan ormas Islam.

Dalam musyawarah tersebut, Aa Gym berharap akan menghasilkan kebijakan yang adil dan didukung oleh umat.

" Ini adalah ujian bagi kita bersama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, untuk terus semangat menjalin ukhuwah, saling menasehati dalam kebenaran dan saling berwasiat dalam kesabaran," ujarnya.

Tuai Kontroversi

Rilis 200 mubalig yang direkomendasikan dan dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) menuai kontroversi dari sejumlah kalangan.

Sebagian kalangan bahkan menganggap rilis tersebut kurang tepat karena tidak mewakili aspirasi umat. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin pun angkat bicara.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas