Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Berkah Ramadan, Sarung Batik Kudus Laris Manis i

Sarung identik dengan pakaian yang dikenakan oleh laki-laki muslim saat beribadah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Berkah Ramadan, Sarung Batik Kudus Laris Manis    i
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Proses pembuatan sarung batik di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus, Selasa (22/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNNEWS.COM, KUDUS – Sarung identik dengan pakaian yang dikenakan oleh laki-laki muslim saat beribadah.

Momen bulan Ramadan layaknya kali ini, rupanya menjadi menjadi berkah tersendiri bagi perajin sarung batik.

Ummu Asiyati. Seorang perajin batik asal Kudus sudah memersiapkan datangnya bulan Ramadan dengan membuat sarung batik sejak tiga bulan sebelum Ramadan.

Dia sadar, saat bulan Ramadan, pasti akan banyak permintaan sarung batik.

“Jadi sejak tiga bulan sebelum Ramadan, kami sudah persiapkan sekitar 100 potong kain sarung yang sudah dibatik."

"Masuk bulan Ramadan, kalau ada permintaan langsung bisa memilih,” kata Ummu pemilik brand Alfa Shoofa batik saat ditemui di kediamannya di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus, Selasa (22/5/2018).

Rekomendasi Untuk Anda

Alasan sarung batik banyak diminati karena motifnya.

Menurut perempuan berusia 56 tahun itu sarung dibuat olehnya memiliki banyak motif yang sangat khas Kudus.

Misalnya adanya motif Menara Kudus, Parijoto, atau motif Beras Kecer menjadi daya tarik peminat batik untuk memilik batik Kudus.

Motif lainnya yangn khas Kudus, yakni motif Liris Cengkih dan Tumpal Ukir.

 “Apalagi saat Ramadan kali ini, sarung batik yang saya persiapkan sejak tiga bulan sebelumnya telah habis. Ini masih produksi hanya pesanan yang ingin dijadikan souvenir,” katanya.

Sarung batik yang dia produksi umumnya merupakan batik cap.

Banderol harga mulai dari Rp 350 ribu sampai Rp 500 ribu tidak menjadi alasan bagi pecinta batik untuk memiliki sarung batik yang bermotif khas Kota Kretek.

“Memang proses pembuatannya lumayan lama, meski batik cap, ada beberapa proses yang harus manual,” katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas