Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Siswi Baru Lulus SMP Ditemukan Tewas Tergantung Di Kamar Indekos

"Soal itu, orangtuanya sudah berusaha menenangkannya. Orangtuanya meminta EPA agar melanjutkan SMA di Srengat,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Siswi Baru Lulus SMP Ditemukan Tewas Tergantung Di Kamar Indekos
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ilustrasi gantung diri. 

TRIBUNNEWS.COM, BLITAR - Remaja 16 tahun berinisial EPA ditemukan tewas tergantung di dalam kamar kosnya di Jalan A Yani, Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Selasa (29/5/2018).

Jasad perempuan yang baru lulus SMP tahun ini tersebut tergantung di kusen pintu kamar.

Orang yang pertama kali mengetahuinya adalah Mariani, sang pengasuh.

Baca: Mengharukan, Bocah Laki-laki Imami Sholat Sang Ibu untuk Gantikan Ayahnya Telah Meninggal

Perempuan tersebut langsung lemas ketiga melihat anak asuhnya meninggal dengan cara tragis.

Apalagi, Mariani adalah pengasuh EPA sejak kecil.

Sedangkan rumah orang tua EPA berada di Kelurahan/Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Setelah lulus SD, EPA melanjutkan di salah satu SMP negeri di Kota Blitar.

Baca: Pengemudi Ojek Online Kena Tipu Pengorder Baju: Itu Banci tapi Pas Ditelepon Suara Cewek

Lalu, EPA tinggal di tempat kos di Jalan A Yani bersama pengasuhnya, Mariani.

Rekomendasi Untuk Anda

Mariani mengatakan, sebelum gantung diri, EPA sempat memintanya untuk membelikan nasi.

Mariani sempat bilang kepada EPA kalau warung makan masih tutup.

Dia meminta EPA menunggu sebentar sampai warungnya buka.

Tetapi, EPA memaksa Mariani untuk membelikan nasi di warung.

Mariani pun berangkat membelikan nasi di warung.

Baca: Hasilkan Generasi Internet Positif Menggunakan Deco M5

Mariani agak lama mencari nasi karena kebanyakan warung tutup pada siang hari saat Ramadan.

Setelah dapat nasi, Mariani kembali ke kamar kos.

Sesampai di kamar kos, Mariani terkejut melihat tubuh anak asuhnya menggantung di pintu kamar kos.

"Saya tidak melihat tanda-tanda aneh pada diri EPA saat berangkat membelikan nasi untuknya. Saya memang agak lama membeli nasi karena banyak warung yang tutup," kata Mariani.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas