Tribun

Penangkapan Terduga Teroris

Terduga Teroris Simpang Banyak Jubah di Rumahnya

Mereka menggerebek sebuah rumah yang ada di Lingkungan/Kelurahan Bajang RT 01/RW 01, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Terduga Teroris Simpang Banyak Jubah di Rumahnya
Surya/Imam Taufiq
Rumah di Lingkungan/Kelurahan Bajang RT 01/RW 01, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar yang digerebek Densus 88, Rabu (13/6/2018) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, BLITAR - Di saat warga baru pulang dari salat terawih, Rabu (13/6/2018) malam atau pukul 19.30 WIB, mendadak dikejutkan dengan kedatangan tim Densus 88 Anti Teror, yang diperkirakan berjumlah delapan orang.

Mereka menggerebek sebuah rumah yang ada di Lingkungan/Kelurahan Bajang RT 01/RW 01, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Belum diketahui apa saja yang diamankan dari rumah milik NN tersebut.

Namun, informasinya, tiga orang sudah dibawa tim Densus 88 tersebut.

Di antaranya, NN, pemilik rumah dan dua temannya, yang belum diketahui identitasnya.

Baca: Percakapan Rika dengan Hendri Sebelum Gadis Cantik Itu Dibunuh dan Dimasukkan ke Kardus

Mereka langsung dibawa keluar dari rumah itu, dengan dinaikkan mobil Kijang, yang bertuliskan Densus 88 Anti Teror.

"Saya nggak tahu, mereka dibawa ke mana. Namun terlihat, mereka digiring dari dalam rumah itu. Tak jelas, apakah mereka diborgol atau tidak karena kondisi rumah itu gelap. Yang terlihat, satu orang dikawal dua petugas bersenjata, kemudian dimasukkan mobil dan dibawa pergi," kata Mislan, Kepala Dusun (Kasun) Bajang.

Menurut Mislan, tiga orang yang dibawa itu, hanya satu yang dikenalnya.

Yakni NN, pemilik rumah itu, yang tiap hari bekerja sebagai penjual pupuk di samping rumah yang dihuninya itu.

Sedang, dua orang lagi, tak dikenalnya karena bukan warga setempat dan sepertinya juga bukan keluarga NN.

Entah apa statusnya, kedua lelaki itu tinggal jadi satu dengan NN.

"Saya nggak tahu, apakah kedua orang itu bertamu atau menumpang di rumah itu. Termasuk, sudah berapa lama keberadaannya tinggal di rumah itu, kami juga tak tahu karena tak pernah dikomunikan dengan kami," paparnya.

Ditambah, ungkap dia, NN sendiri juga jarang berkomunikasi dengan warga atau tetangganya.

Meski NN itu asli warga setempat (Kelurahan Bajang) namun tak banyak warga yang tahu aktivitasnya selain berjualan pupuk bersubsidi dan obat-obat pertanian.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas