Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Balita Jatuh Dari Bangku, Dokter Ini Hajar ART Dengan Martil

Juliana bercerita tindakan keji itu diterimanya pada Jumat (22/6/2018) saat sedang menjaga anak ke tiga ES.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Balita Jatuh Dari Bangku, Dokter Ini Hajar ART Dengan Martil
Tribun Medan/Tommy Simatupang
Juliana asisten rumah tangga dokter ES saat ditemui di rumah warga kompleks perumahan Griya Setia Negara, Jalan Lapangan Tembak, Kecamatan Siantar Sitalasari, Selasa (26/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Tommy Simatupang

TRIBUNNEWS.COM, SIANTAR - Penyiksaan terhadap asisten rumah tangga terjadi di kompleks perumahan Griya Setia Negara, Jalan Lapangan Tembak, Kecamatan Siantar Sitalasari, Selasa (26/6/2018).

Juliana (28), asisten rumah tangga mendapatkan kekerasan fisik oleh sang majikan, dokter ES.

Juliana saat ditemui tribun-medan.com, mengungkapkan dokter ES merupakan dokter di Puskesmas Bah Kapul itu memukulnya dengan menggunakan martil.

Juliana bercerita tindakan keji itu diterimanya pada Jumat (22/6/2018) saat sedang menjaga anak ketiga ES. Namun FR anak bungsu ES tersebut terjatuh dari bangku.

Baca: Tiga Pegawai Pemkab Jadi Tersangka, Ini Peran Kelalaian Mereka Terhadap Tenggelamnya KM Sinar Bangun

"Majikan saya yang melihat anaknya jatuh langsung menendang saya. Kepalaku dibenturkan ke dinding,"ungkapnya di rumah warga yang tak jauh dari rumah ES.

Tak hanya itu, Juliana pun menerima siksaan yakni pemukulan menggunakan martil di area kepala dan punggung.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kepalaku dipukul pakai martil. Badanku lagi. Ada tiga kali itu dimartil,"ungkapnya sambik menangis.

Padahal, Juliana sempat meminta ampun. Kejamnya, ES tetap mengahantam pukulan kepada Juliana.

"Habis aku dipukuli, aku bersihkan darahku yang berceceran di lantai pakai bajuku. Kubersihkan badanku, habis itu aku mandi,"ujarnya.

Setelah kejadian itu, Juliana kembali bekerja dengan keadaan memar. Lantas, warga yang melihat langsung terkejut. Juliana yang merupakan warga Tanjungbalai memberitahu kejadian ini ke keluarganya.

"Sempat juga kami, aku dan warga sini ke Polres, tapi ditolak, disuruh ke Polsek,"tambahnya.

Ternyata, Juliana yang telah bekerja selama dua tahun di rumah ES kerap mendapatkan kekerasan fisik.

"Aku kerja di sini karena dikenalkan tetanggaku di Tanjungbalai. Hampir tiap hari aku dipukul. Ditendang, dipukul, dilempar pakai bangku," ungkapnya.

Bahkan, suami ES, JN juga turut memukulinya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas