Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Berdayakan UKM di Bali Dengan Dana Bergulir

Dengan dana bergulir ini, UKM diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Berdayakan UKM di Bali Dengan Dana Bergulir

TRIBUNNEWS.COM --Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), salah satu Badan Layanan Umum (BLU) yang dimiliki oleh Kemenkop dan UKMterus memberdayakan usaha kecil menengah (UKM) melalui dana bergulir.

Dengan dana bergulir ini, UKM diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo mengungkapkan, hinga kini program tersebut terus dilakukan karena terbukti bisa memberdayakan UKM di wilayah Bali.

Dana tersebut dipinjamkan koperasi-koperasi yang dipercaya untuk mendukung pendanaan UKM.

Dana bergulir ini salah satunya digelontorkan ke Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Amoghasiddhi 

“Koperasi ini bagus, dia meningkatkan peran masyarakat. Jadi dia memberikan pinjaman kepada UKM yang merupakan anggotanya sehingga penguatan ekonomi anggotanya ada di situ,” kata Sekretaris Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring dalam keterangan persnya, Kamis (6/7/2018).

Sejak tahun 2017, LPDB-KUMKM memberikan pinjaman dana bergulir kepada KSP Amoghasiddhi secara bertahap sebesar Rp 5 miliar, dengan jangka waktu pelunasan hingga 2019. KSP Amoghasiddhi mendapat penilaian baik karena lancar dalam mengembalikan pinjaman dana bergulir kepada LPBD-KUMKM.

“Ini sudah memasuki tahun ke-13 menjelang dewasa. Kami harapkan ke depan koperasi semakin bagus. Di sini ada LPDB silahkan ditindaklanjuti kalau memang ada peluang untuk itu,” kata Meliadi.

Sementara itu Ketua KSP Amoghasiddhi Ketut Meniartha menegaskan, pengurus berkomitmen menjadi koperasi mandiri, tidak bergantung pada dana dari luar. Pinjaman ke pihak lain baru akan dilakukan apabila pihaknya mengalami kekurangan modal, sebagaimana yang pernah terjadi pada tahun 2017. Saat itu, koperasi mengalami kekurangan modal untuk disalurkan kepada anggota.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas