Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Lumpur Lapindo Bocor, Banyak Ikan di Saluran Irigasi Mati Mengambang

Puluhan ikan terlihat mati dan mengambang di saluran irigasi Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, Kamis (5/7/2018).

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sugiyarto
zoom-in Lumpur Lapindo Bocor, Banyak Ikan di Saluran Irigasi Mati Mengambang
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Kondisi ikan di saluran irigasi yang mati mengambang karena saluran bercampur lumpur rembesan dari kanal PPLS. 

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Puluhan ikan terlihat mati dan mengambang di saluran irigasi Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, Kamis (5/7/2018).

Air di saluran irigasi tersebut juga terlihat keruh dan bau. Tidak jernih seperti biasanya.

"Setelah diperiksa, ternyata air bercampur lumpur," kata Syamsul, warga setempat.

Lumpur yang bercampur dengan air di saluran irigasi ini merupakan Lumpur Lapindo yang bocor atau merembes ke aliran irigasi tersebut.

"Maklum banyak ikan mati, wong airnya bercampur lumpur," imbuh pria 40 tahun tersebut.

Saluran irigasi yang airnya bercampur lumpur tersebut berada di dekat kanal milik Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS). Kanal itu sehari-hari digunakan untuk mengalirkan cairan lumpur.

Mendengar  peristiwa ini, petugas PPLS pun mendatangi lokasi saluran yang tercampur lumpur tersebut. Mereka mengamati kondisi saluran, memeriksa dan menelusuri kanal yang berdekatan dengan irigasi tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dari penelusuran dan pemeriksaan yang dilakukan, memang diketahui ada rembesan sedikit dari kanal," kata Humas PPLS Hengki Listria Adi.

Petugas berusaha menelusuri titik-titik rembesan di kanal tersebut. Termasuk juga rembesan saluran kanal yang lain dengan cara berjalan kaki menyusuri kanal.

Kanal yang ditelusuri itu mulai dari desa Glagaharum hingga titik 67 di Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin. "Hasilnya tidak ditemukan celah rembesan lain," sambung Hengki.

Usai penelusuran itu, PPLS lantas mengumpulkan para petugas lapangan dalam sebuah rapat untuk mencari tahu penyebab lumpur merembes sampai ke saluran irigasi.

Dikatakan Hengki, dalam rapat diketahui bahwa saluran kanal di kaki tanggul beberapa hari lalu sempat meluber.

Ini karena saluran yang lebarnya sepuluh meter itu tidak mampu menampung air bercampur lumpur.

"Kejadian itu juga mengakibatkan cairan tumpah ke saluran irigasi. Penyebabnya karena ada sedimentasi," lanjut dia.

Selain saluran irigasi di Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, aliran irigasi di Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin juga ikut terdampak. Ini karena dua saluran itu terhubung.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas