Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Mengaku Intel Polisi, Ismanto Jual Motor Orang, Duitnya Dipakai Untuk Kebutuhan Hidup

Selain mengaku sebagai Intel, Ismanto juga mengaku bisa dengan mudah membantu membuatkan SIM untuk warga yang membutuhkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Mengaku Intel Polisi, Ismanto Jual Motor Orang, Duitnya Dipakai Untuk Kebutuhan Hidup
Surya/M Taufik
Satpam yang mengaku Intel polisi untuk menggasak sepeda motor saat digelandang di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (3/8/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Pekerjaannya menjadi satpam di sebuah mal di Surabaya. Tapi Ismanto, warga Babatan, Dukuh Setro, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya ini kerap mengaku sebagai Intel polisi.

Meski perawakannya gemuk, pria 31 tahun tersebut berhasil meyakinkan banyak orang dirinya seorang anggota Polri.

Tanpa atribut apapun dia bisa meyakinkan orang lain dengan mengaku bertugas sebagai intel.

"Dulu memang punya keinginan menjadi polisi. Tapi tidak jadi," ujar pria yang masih membujang tersebut saat di Polresta Sidoarjo, Jumat (2/3/2018).

Baca: Anak Penjahit Ini Berprestasi dan Diterima di Akpol, Sang Ayah Harus Menabung Dulu Untuk Ke Semarang

Saat ini polisi gadungan ini sedang meringkuk di dalam penjara Polresta Sidoarjo.

Penyebabnya, dia ketahuan menipu dan menggelapkan sepeda motor milik Dicky Firmansyah (19), warga Desa Cemengkalang, Kecamatan Kota, Sidoarjo.

Aksi penipuan dan penggelapan ini bermula saat Iswanto bertemu dengan ayah Dicky beberapa waktu lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain mengaku sebagai Intel, Ismanto juga mengaku bisa dengan mudah membantu membuatkan SIM untuk warga yang membutuhkan.

"Orangtua korban percaya, kemudian meminta tolong agar anaknya dibantu dibuatkan SIM. Dari situ, pada tanggal 22 Mei lalu korban dan pelaku janjian di pertigaan Embongmalang Cemengkalang untuk selanjutnya menuju ke Polresta Sidoarjo guna mengurus SIM," ungkap Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris.

Mereka lantas menuju polres berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat W 4969 VN milik korban.

Tapi hanya berhenti di warung kopi di Jl M Duryat, depan mapolres.

Di situ, pelaku meminjam handphone Oppo F5 korban dengan dalih menghubungi temannya di bagian SIM.

Berdalih orang yang dihubungi tidak bisa, pelaku kemudian mengajak korban mencarinya.

Mereka berboncengan menuju beberapa lokasi di Sidoarjo, sampai akhirnya pelaku mengajak korban berhenti di SPBU Jl Jenggolo.

"Di sana korban disuruh cuci muka di toilet SPBU. Alasannya agar terlihat bersih saat mengurus SIM. Sementara pelaku meminjam kunci kontak motor dengan dalih akan dibelikan bensin," papar Harris.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas