Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ini Tindakan Nyata Brigadir Ali Terhadap Warga Tak Berdaya di Karangmojo

Brigadir Ali Suwandi, anggota Propam Polda DIY, mengaku tak kuasa menahan haru ketika menyambangi rumah Winarni (36)

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Ini Tindakan Nyata Brigadir Ali Terhadap Warga Tak Berdaya di Karangmojo
Dok Pri
Brigadir Ali saat menyambangi rumah Winarni dan Mbah Ngatinah di padukuhan Gentungan dan padukuhan Njlantir, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Sabtu (11/8/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL - Brigadir Ali Suwandi, anggota Propam Polda DIY, mengaku tak kuasa menahan haru ketika menyambangi rumah Winarni (36) di padukuhan Gentungan RT 03 RW 16, Karangmojo, Gunungkidul, Sabtu (11/08/2018)

Pasalnya, selama lebih dari 20 tahun, Winarni hanya mampu terbaring di belakang rumahnya. Ia menderita depresi sejak usia 16 tahun.

"Karena kondisi ekonomi keluarganya yang tidak mampu, Winarni selama 20 tahun tidak pernah tersentuh penanganan medis," ujar Brigadir Ali kepada Tribunjogja.com, Sabtu (11/8/2018)

Winarni merupakan anak dari pasangan Mbah Sumadi dan Mbah Sugini. Keduanya bekerja sebagai petani.

Penghasilan yang tak menentu, membuat ekonomi keluarga Mbah Sumadi cukup memprihatinkan.

Jangankan untuk berobat Winarni, untuk kebutuhan sehari-haru saja, masih kesulitan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Rumahnya sangat sederhana, berdinding gedeg (bambu) beralaskan plester (semen). Bahkan di beberapa bagian sudah tampak miring," terangnya.

Diceritakan Brigadir Ali, Mbah Sumadi dan keluarga ketika hujan dan angin kencang selalu dibalut rasa cemas dan takut.

Karena rumahnya nyaris roboh. Mbah Sumadi tak tau kepada siapa lagi harus berharap.

Anak tersayangnya, Winarni, tak mampu beraktivitas, hanya tiduran beralaskan tikar.

"Kedua orangtuanya sudah lansia, mereka tidak mampu memandikan. Hanya membersihkan dengan cara lap. Kata keluarga, terakhir Winarni dimandikan 10 tahun yang lalu," terang Brigadir Ali.

Ia mengaku tak kuasa menahan tangis menyaksikan kondisi Winarni dan keluarga.

Kunjungan Brigadir Ali ke rumah Winarni merupaka safari sosial, bentuk bakti dirinya untuk negeri.

Sebagai abdi negara, ia mengaku ingin merangkul sesama dan memberikan sedikit kemanfaatan untuk sesama manusia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas