Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Kapolda Jabar Bantah Aksi Begal Marak di Kota Bandung

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto membantah maraknya kejadian begal di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung.

Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Kapolda Jabar Bantah Aksi Begal Marak di Kota Bandung
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto memberi keterangan pada ekspos pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan (curas), di Rumah Sakit Sartika Asih, Jalan Moch. Toha, Kota Bandung, Rabu (5/9/2018). Petugas gabungan Polrestabes Bandung dan Polda Jabar berhasil menangkap tersangka Aminatus Solihin dan Yonas Aditya yang diduga telah melakukan tindak pidana curas atau pembegalan di Jalan Cikapayang, Kota Bandung, Kamis (30/8/2018), yang mengakibatkan korbannya mahasiswi di salah satu kampus di Kota Bandung, Shanda Puti Denata (23) meninggal dunia. Satu orang begal, yaitu Aminatus Solihin tewas ditembak petugas karena berusaha melakukan perlawanan dan berusaha kabur. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto membantah maraknya kejadian begal di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung.

Pasalnya selama ini, pihaknya mengintruksikan jajarannya meningkatkan patroli untuk mengantisipasi kejahatan jalanan di Jawa Barat khususnya di Kota Bandung.

Baca: Menpora Ajak Roy Suryo Bertemu Bahas Tudingan Barang Negara yang Belum Dikembalikan

"Kalau marak, enggak, ini kejadian begal ya. Tapi kalau dulu pernah. Beda ya curas (pencurian dengan kekerasan), dan curat (pencurian dengan pemberatan)," jelas Agung di Kota Bandung, Kamis (6/9/2018).

Agung menjelaskan, berdasarkan data, kejahatan jalanan menurun hingga 20 persen. Apalagi saat Asian Games, justru menurun. 

"Satu hari di Polda jabar, seluruh Jabar itu dulu 70-80, selama Asian Games 50, berarti turun signifikan. Hanya ini (kasus begal mahasiswi) menonjol karena caranya melakukan sadis, maka polisi atensi untuk ungkap," tuturnya.

Penurunan kejahatan saat Asian Games, sambung dia, mencapai 20 persen. Salah satunya disebabkan ditingkatkannya patroli.

"Artinya ada pengaruhnya kegiatan preventif penjagaan maksimal bisa menurunkan gangguan Kamtibmas," ungkapnya.

Berita Rekomendasi

Sebelumnya, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan, untuk mengantisipasi aksi kejahatan jalanan, kegiatan preventif seperti patroli gabungan digelar di titik-titik rawan kejahatan.

Selain itu, jaringan informasi di masyarakat pun diperkuat. Berdasarkan data anatomy of crime, lanjut dia, ada sejumlah titik rawan yang menjadi atensi.

"Yang menjadi atensi Pasopati, Antapani, Arcamanik, Jalan Jakarta, dan lainnya. Tapi bukan berarti titik lain kita abaikan. Kita akan pemerataan lokasi untuk dilakukan kegiatan preventif dan juga razia," ungkapnya.

Patroli gabungan yang dilengkapi lampu rotator pun kembali digelar guna mengantisipasi tindakan kejahatan jalanan seperti pencurian dengan kekerasan (curas).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapolda Bantah Banyak Begal di Jawa Barat Khususnya Bandung", 
Penulis : Kontributor Bandung, Agie Permadi

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas