Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Belasan Murid SDN 1 Ngadiwarno Sukorejo Keracunan Permen

Mereka mengalami pusing mual dan lemas setelah membeli permen jeli stik itu pada jam istirahat yakni pukul 09.30 WIB.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Belasan Murid SDN 1 Ngadiwarno Sukorejo Keracunan Permen
facebook/Kholil Sukorejo
Belasan murid SDN 1 Ngadiwarno, Sukorejo Kendal mengalami keracunan pada Selasa (2/10) siang setelah menikmati permen jeli berbentuk stik yang dijual oleh pedangang makanan yang berjualan di sekolah mereka 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNNEWS.COM, KENDAL - Usai menikmati permen jeli berbentuk stik yang dijual oleh pedangang makanan yang berjualan di sekolah mereka, belasan murid SDN 1 Ngadiwarno, Sukorejo Kendal keracunan pada Selasa (2/10) siang.

Murid yang mengalami keracunan itu sebagian besar merupakan murid kelas tiga sekolah itu.

Mereka mengalami pusing mual dan lemas setelah membeli permen jeli stik itu pada jam istirahat yakni pukul 09.30 WIB.

Saat dikonfirmasi oleh Tribun Jateng, Kepala SDN 1 Ngadiwarno, Siti Rokhmi membenarkan hal itu.

Jumlah siswa yang mengalami keracunan sebanyak 14 orang.

Namun yang mengalami keracunan cukup parah sehingga dibawa ke Puskesmas sebanyak delapan murid.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saat kejadian saya sedang rapat bersama SD lainnya. Saya mendapat kabar bahwa murid saya ada keracunan dan dibawa ke Puskesmas. Langsung saya ke puskesmas namun sudah dibawa pulang oleh orang tua karena sudah cukup membaik," jelasnya

Menurutnya para muridnya membeli permen itu dikarenakan tertarik dengan warna dan bau yang mencolok dari permen tersebut.

Baca: 3 Pria asal Tuban Tewas di dalam Sumur, Diduga Karena Keracunan Gas

Selain itu, bentuknya yang unik juga menarik perhatian muridnya.

"Kami sudah sering mengingatkan untuk murid-murid agar tidak membeli jajan sembarangan. Kami juga sudah menunjukan bentuk bahwa makanan yang berbahaya seperti apa kepada murid,murid," katanya

Siti menyampaikan bahwa pedangang yang menjual permen itu bukanlah pedagang yang berjualan di kantin yang dikelola oleh pihak sekolah.

Saat ditanyai oleh pihaknya pun bahwa sang pedagang juga baru pertama kali menjual permen tersebut.

Saat ini pihaknya juga telah mengamankan permen tersebut agar dapat ditunjukan saat dimintai keterangan oleh pihak yang berwenang.

Ia juga memastikan bahwa kantin disekolahnya juga tidak menjual produk yang berbahaya bagi para muridnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas