Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rombongan Anggota DPRD Maros 'Dihadang' di Perbatasan Donggala

Berbagai bantuan yang disalurkan Amril Cs, diantaranya beras, makanan instan, pakaian, perlengkapan bayi dan perempuan, serta air mineral

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Rombongan Anggota DPRD Maros 'Dihadang' di Perbatasan Donggala
TRIBUN TIMUR/
Sejumlah warga Palu harus mengantri untuk mendapatkan pembagian sembako di Gedung Manggala Sakti Makorem 132/Tadulako Jl Jend Sudirman, Palu, Sulteng, Senin (1/10). Hingga hari ke 4 Pasca bencana gempa dan tsunami warga Palu mengalami krisis logistik sehingga harus mengantri dari subuh untuk mendapatkan oembagian sembako yang disalurkan melalui pihak TNI. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUNNEWS.COM, MAROS - Anggota DPRD Maros, Amril menjadi relawan gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah.

Kegiatan Amril tersebut merupakan kali pertama setelah menjabat pekan lalu.

Amril menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW), Hasanuddin lantaran meninggalkan PAN Maros.

Amril mengaku berangkat ke Palu bersama timnya pascabencana.

Mengendarai tiga mobil, Amril dan tujuh orang anggota timnya, membawa bantuan untuk korban.

"Setelah melihat dan mendengar kabar bencana Palu, saya langsung bergerak. Saya ajak beberapa teman untuk ikut memberi bantuan dan menjadi relawan," kata Amril.

Rekomendasi Untuk Anda

Berbagai bantuan yang disalurkan Amril Cs, diantaranya beras, makanan instan, pakaian, perlengkapan bayi dan perempuan, serta air mineral.

Saat perjalanan, Amril mengaku menemui sejumlah masalah di jalanan.

Baca: Muncul Dugaan Gunung Meletus Dikaitkan dengan Gempa Palu dan Donggala, Sutopo Beri Penjelasan

Amril dihadang di sekitar perbatasan Donggala - Palu. Saat dihadang,

Amril turun dari mobilnya dan mendatangi pengahadang.

Para penghadang tersebut malah curhat, lantaran tidak pernah tersentuh bantuan.

Padahal pemalak tersebut juga menjadi korban gempa dan tsunami.

"Makanya kami hadapi dengan baik. Mereka ternyata juga korban. Jadi kabar perampasan itu saya rasa keliru. Mereka juga butuh hidup," katanya.

Setelah mendengar curhatan pemalak, Amril menurunkan sebagian bantuannya, untuk diberikan warga tersebut.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas