Polres Lamongan Gagalkan Transaksi Miras, Ribuan Liter Barang Bukti Diamankan
Tersangka dijerat Pasal 204 KUHP Ayat (1) dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara
Editor: Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, LAMONGAN - Sebanyak 1.170 liter arak dalam 780 liter botol dan dikemas rapi dalam 65 dos, Senin (15/10/2018) diamankan aparat Polres Lamongan.
Miras itu diangkut menggunakan truck disel warna hijau nopol S 9868 UJ yang saat itu melintas jalan protokol dalam kota yakni di Jalan Veteran.
Pengusaha miras itu adalah Didik Santoso (36) warga Deket Kulon, Kecamatan Deket, Lamongan.
Untung yang sangat besar jadi alasan tersangka menjalankan bisnis yang merusak mental masyarakat tersebut.
Miras arak itu diambil di jalan perbatasan Bojonegoro-Babat Lamongan.
Modus yang dilakukan tersangka memang sangat tidak terduga.
Tersangka mendapat barang dari Kadar (DPO) yang sebelumnya diawali komunikasi melalui telepon.
Kadar mengabarkan, kalau ia memiliki banyak stok miras arak.
Baca: Ikut Pesta Miras, Dua Gadis di Bawah Umur di Bantul Dicabuli Teman-temanya
Tersangka pun segera sepakat dengan harga yang ditentukan yakni Rp 27.500 perbotol atau Rp 330 ribu per kemasan kardus.
"Pertemuannya dilakukan di jalan perbatasan Babat-Bojonegoro," ungkap Wakapolres Lamongan, Kompol Imara Utama, didampingi Kasatreskrim AKP Wahyu Norman Hidayat kepada wartawan.
Tersangka datang mengendai truk dan Kadar memakai sepeda motor.
Di tempat yang disepakati keduanya bertemu, dan Kadar mengambil alih, truk tersangka dibawanya untuk mengambil arak.
Sementara Didik pulang kembali ke Lamongan dengan membawa sepeda motor Kadar.
Kembali keduanya bertemu di tempat semula.