Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketika Majikan dan Sopir Truk Saling Tuduh terkait Kasus Tabrak Lari yang Menewaskan Polisi

Merasa mendapat perintah, Supriyadi tetap melajukan kendaraan meski ia sebenarnya melihat korban tergeletak dari kaca spion.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Ketika Majikan dan Sopir Truk Saling Tuduh terkait Kasus Tabrak Lari yang Menewaskan Polisi
Tribun Jateng/Rival Almanaf
Suntiah (berjilbab) saat menjawab pertanyaan Kapolrestabes, Kombes Pol Abioso Seno Aji, Selasa (16/10/2018). TRIBUN JATENG/RIVAL AL MAMAF 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Tersangka tabrak lari yang menewaskan polisi di Jalan Brigjen Sudiarto atau tepatnya di samping Giant, Penggaron, Semarang 10 Oktober lalu ditangkap polisi.

Kecelakaan yang menewaskan anggota polisi, Brigadir Nur Rochim itu melibatkan dua kendaraan yakni sepeda motor Supra H 5758 DE yang dikendarai korban dan truk S 8241 UB.

Di dalam truk yang diketahui baru saja menyetok bawang merah di relokasi Pasar Johar tersebut, ternyata tidak hanya berisi sopir saja.

Kendaraan itu diisi oleh pengemudi bernama Supriyadi dan dua penumpang yang tak lain adalah pemilik truk Munahar dan Suntiah.

Ketiganya dihadirkan dalam gelar perkara di Polrestabes Semarang, Selasa (16/10/2018) lengkap bersama barang bukti truk, dan sepeda motor yang terlibat kecelakaan.

Baca: Sopir Truk Ungkap Alasannya Tak Menghentikan Laju Kendaraan saat Mobilnya Tabrak Polisi hingga Tewas

Ketiga orang yang merupakan warga Bojonegoro, Jatim itu mengungkapkan alasannya masing-masing dalam kesempatan itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Supriyadi sang sopir memiliki alasan sendiri kenapa tetap melajukan kendaraannya setelah menabrak Brigadir Rochim yang sudah terlebih dahulu jatuh tergelincir di depan kendaraannya.

Ia menjelaskan sebelumnya telah mengirim bawang ke relokasi Pasar Johar pada dini hari bersama kedua majikannya.

Setelah itu sekitar pukul 06.00 WIB mereka pulang ke Bojonegoro.

Sesampai di Penggaron truk yang dikemudikannya tidak bisa menghindari pengendara motor yang tergelincir di depannya. Kecelakaan pun tidak dapat dielakkan.

"Saat itu kedua majikan saya yang duduk di samping menyarankan terus saja, karena merasa tidak bersalah," terang Supriyadi.

Kanit Laka Lantas AKP Sugito (kiri) menunjukkan barang bukti truk yang digunakan tersangka untuk melakukan tabrak lari. TRIBUN JATENG/RIVAL AL-MANAF
Kanit Laka Lantas AKP Sugito (kiri) menunjukkan barang bukti truk yang digunakan tersangka untuk melakukan tabrak lari. TRIBUN JATENG/RIVAL AL-MANAF (Tribun Jateng/Rival Almanaf)

Merasa mendapat perintah, Supriyadi tetap melajukan kendaraan meski ia sebenarnya melihat korban tergeletak dari kaca spion.

Meski demikian, pengakuan berbeda diucapkan sang majikan, Suntiah.

Baca: Sempoyongan Usai Ditembak Polisi, Kurir Narkoba Akhirnya Tewas Ditabrak Mobil

Wanita yang di pergelangan tangan kirinya mengenakan sekitar lima buah gelang emas itu menyebut tidak tahu jika truknya telah menewaskan seseorang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas