Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Tiga Gajah Masuk Permukiman, Warga Ketakutan Sampai Melarang Anak-anak Sekolah dan Ngaji

Tiga ekor gajah liar yang mengancam keselamatan dan merusak berbagai jenis tanaman di ladang milik warga Desa Leupu, Pidie

Tiga Gajah Masuk Permukiman, Warga Ketakutan Sampai Melarang Anak-anak Sekolah dan Ngaji
KOMPAS.COM/RAJA UMAR
Tiga ekor gajah liar turun ke pemukiman warga Desa Leupu, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Senin (04/11/2018), yang berhasil didokumentasikan Tgk Samsuar warga Geumpang. 

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Tiga ekor gajah liar yang mengancam keselamatan dan merusak berbagai jenis tanaman di ladang milik warga Desa Leupu, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, hingga hari ini masih berada di pemukiman penduduk.

Sehingga, anak-anak di pedalaman Kabupaten Pidie mulai hari ini terpaksa tidak diizinkan sementara untuk pergi ke sekolah dan mengaji.

“Gajah sampai sekarang masih berada di kampung, masyarakat mulai trauma, bahkan anak-anak sudah kami larang untuk pergi sekolah dan mengaji sementara karena takut amukan gajah,” kata Kepala Desa Leupu, Kecamatan Gumpang, Kabupaten Pidie Muhammad Isa (38) saat dihubungi Kompas.com, Senin (05/11/2018).

Selain harus merelakan kehilangan berbagai jenis tanaman di ladang sebagai sumber penghasilan warga yang umumnya petani, kini mereka juga mulai trauma untuk melakukan akvitas di luar rumah.

Sebab, 3 ekor gajah liar masih berkeliaran di permukiman mereka.

“Kalau tanaman di ladang sudah habis semua, sebagai sumber penghasilan utama kami, sekarang warga pun sudah mulai trauma tidak berani melakukan apa-apa,” katanya.

Warga hanya dapat berharap segera ada penanganan dari dinas terkait untuk menggiring gajah dari permukiman yang telah merusak tanaman dan mengancam keselamatan mereka.

“Harapan kami segera ada penanganan segera, warga sudah trauma dan gajah sudah mulai mengancam keselamatan," katanya.

Sementara itu, sejumlah petugas dari BKSDA Resor Pidie dan CRU Mila sudah tiba di Desa Leupu, Kecamatan Gumpang sejak pagi tadi.

Namun, hari ini mereka hanya melihat lokasi keberadaan gajah dan kerusakan tanaman.

“Tadi sudah sampai tim dari BKSDA, tapi mereka hanya melihat lokasi gajah dan kerusakan tanaman, belum ada kepastian kapan akan dilakukan penggiringan gajah,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gajah Bertahan di Permukiman, Anak-anak Diliburkan Sekolah dan Mengaji"

Editor: Sugiyarto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas