Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Suryani Ketakutan Melihat Genting Rumahnya Beterbangan Dihantam Puting Beliung

Suryani mengalami ketakutan ketika melihat genting rumahnya beterbangan pada Rabu dini hari. Angin kencang itu menerjang rumahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Suryani Ketakutan Melihat Genting Rumahnya Beterbangan Dihantam Puting Beliung
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Rumah Suryani dan Suardika yang sedang diperbaiki menyusul adanya bencana angin puting beliung, Rabu (7/11/2018) dini hari. TRIBUN BALI/I MADE ARDHIANGGA ISMAYANA 

Soma dan istrinya, Ni Ketut Suwantri (50), tinggal bersama anaknya Made Suardika (34) dan istrinya Suryani, serta dua cucunya Putu Dimas Aditya Pratama (7) dan Kadek Dwimas Pratyana (3).

"Hujannya itu, hujan angin. Cukup kencang dari arah laut. Sekitar setengah jam berlangsung. Dari jam 12 malam sampai jam setengah satu malam," ungkap Suryani.

Baca: Maia Estianty Resmi Menikah dengan Irwan Mussry, Ahmad Dhani Unggah Kalimat 'Bisa Menikmati Hidup'

Selain genting rumah yang dihempas angin, sanggah Lebuh yang berada di pelataran rumah juga patah hingga roboh.

"Waktu itu kami baru saja mau tidur. Jadi tidak tidur karena angin kencang. Anak-anak saja yang akhirnya tidur di sebelah (rumah kerabat)," jelas suami Suryani, Made Suardika.

Akibat bencana ini, ia mengaku mengalami kerugian hingga Rp 5 juta lebih.

Ia belum tahu apakah akan mendapat biaya dari pemerintah.

"Semoga ada bantuan untuk meringankan beban keluarga. Sekarang cuma bantuan dari teman-teman bapak," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain rumah Suardika, tercatat ada lima rumah warga lain yang kena terjangan angin puting beliung.

Yaitu rumah Suparman (35), Ni Wayan Susun (65), Jumadi (50), Raban (54), dan Saiful (40).

Masing-masing atap rumah korban mengalami kerusakan, dan kerugian materi ditaksir sekitar Rp 1 juta.

Petugas dari desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas hingga Rabu siang kemarin, mendata kerusakan rumah bangunan dampak angin puting beliung ini.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

"Yang paling berat di rumah Pak Wayan Soma diperkirakan kerugian akibat kerusakan atap mencapai Rp 10 juta," ujar Camat Mendoyo, I Gede Sujana.

Pihak desa dan BPBD Jembrana saling bahu membahu melakukan pembersihan puing-puing atap rumah yang berjatuhan.

Sujana menambahkan rumah warga yang rusak itu diusulkan ke BPBD untuk mendapatkan bantuan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas