Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Belanja di Pasar Tradisional Sleman, Sandiaga Sebut Tempenya Sebesar Batu Bata

Saat datang ke pasar tradisional di Sleman, DI Yogyakarta, Sandiaga Uno melontarkan pernyataan tempe yang dijual setebal batu bata.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Belanja di Pasar Tradisional Sleman, Sandiaga Sebut Tempenya Sebesar Batu Bata
Tribun Jogja
Saat datang ke pasar tradisional di Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (16/11/2018), Sandiaga Uno melontarkan pernyataan tempe yang dijual setebal batu bata. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Sandiaga Uno kembali berkomentar soal tempe. Sebelumnya, calon wakil presiden nomor urut 02 ini sempat berkomentar bahwa tempe yang dijual setipis kartu ATM.

Kini saat datang ke pasar tradisional di Sleman, DI Yogyakarta, Sandiaga Uno melontarkan pernyataan tempe yang dijual setebal batu bata.

Bahkan tak hanya sebesar batu bata, Sandiaga Uno juga mengatakan tempe sebesar batako.

Hal itu ia ungkapkan dalam akun instagram-nya diposting Jumat (16/11/2018) siang ini.

Sandiaga Uno, kembali menyambangi Yogyakarta, Jumat (16/11/2018).

Kunjungan Sandiaga kali ini di Yogyakarta dilakukan di sejumlah lokasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Satu lokasi pertama yang dikunjungi Sandi adalah Pasar Tradisional Stan, Maguwoharjo, Sleman.

Baca: Ruhut Sitompul Belanja di Pasar Kadipolo Solo, Uang Rp 100 Ribu Beli Tempe, Sayuran hingga Ayam

Begitu tiba di lokasi, Sandi langsung mendatangi salah satu lapak pedagang sayur.

Ia pun langsung membeli sejumlah barang seperti cabai merah, timun, tempe, dan jengkol.

"Ini saya beli cabai merah sekilo Rp 25 ribu, tempenya Rp 5 ribu," kata Sandi sambil menunjukkan isi kantong kreseknya.

Baca: TERPOPULER: Angel Lelga Bongkar Sikap Vicky Prasetyo, Pakai Pijat Plus-plus hingga Soal Uang Partai

Sembari berbelanja, Sandi juga bertanya tentang keluhan para pedagang tersebut.

Bu Temu dan Pak Bardi yang menjadi pedagang sayur pun langsung menyatakan bahwa omzet penjualannya turun.

Mereka berdua juga menyebutkan kondisi pasar yang sepi.

"Nyari keuntungannya lagi susah, omzetnya turun sampai 20 persen," kata Bardi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas