Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Guru yang Pensiun Lebih Banyak Dibanding yang Direkrut, Risma Mengaku Bingung

Pemkot lantas merekrut tenaga kontrak dan melakukan penggabungan sekolah untuk mencukupi tenaga pengajar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Guru yang Pensiun Lebih Banyak Dibanding yang Direkrut, Risma Mengaku Bingung
Grafis Tribunnews/Ananda Bayu
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini 

Laporan Wartawan Surya Fatimatuz Zahro

TRIBUNNEWS.COM,  SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengeluhkan kurangnya tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah Pemkot Surabaya, terutama untuk formasi guru. 

Dikatakan Risma, Selasa (20/11/2018), saat awal ia menjabat sebagai wali kota di periode pertama, jumlah ASN Pemkot jumlahnya 23 ribu.

Saat ini hanya tersisa 13 ribu saja dan banyak yang pensiun, terutama paling banyak dari elemen guru.

"Sebulan itu ada 30 orang guru yang pensiun makanya aku sedih, bingung aku," kata Risma. Pertahunnya guru yang pensiun bisa sampai 400 orang.

Selain pensiun, yang membuat guru Surabaya terus berkurang adalah karena guru SD memutuskan untuk pindah wilayah.

Diceritakan Risma, guru SD banyak yang saat masuk golongan dua, sehingga masih muda.

Rekomendasi Untuk Anda

Lalu mereka menikah dan ikut suami ke luar kota.

"Aku sampai pusing. Sampai ngerayu suaminya biar kerja di Surabaya saja, tapi ya gimana coba," kata Risma.

Beberapa upaya dilakukan Pemkot, selain melakukan perekrutan tenaga kontrak juga melakukan penggabungan sekolah untuk mencukupi tenaga pengajar.

Saking bingungnya, beberapa kali Risma rapat dengan sekda dan juga jajaram pimpinan organisasi pimpinan daerah di Pemkot.

Risma mengatakan pada jajarannya, semua harus siap jika suatu saat Kota Surabaya benar terjadi krisis tenaga pengajar, maka sekda dan jajarannya juga harus siap turun mengajar di kelas.

"Kalau gini terus ya kita turun ikut mengajar. Gimana lagi? Makanya aku bilang ke sekda, ayo pak sekda mau ngajar apa. Aku juga ngajar nanti," kata Risma sembari tertawa.

Jika harus mengajar, ia mengaku akan memilih untuk mengajar bahasa daerah.

Ia akan belajar mengajar bahasa daerah.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas