Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pembantaian Pekerja di Papua

Video Terbaru Detik-detik Polisi Hancurkan Markas KBB di Pedalaman Hutan Papua, Pesan Anggota Brimob

Video penghancuran markas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di pedalaman hutan Papua beredar di grup Facebook Komunitas Cinta Polri.

"Jadi dengan tegas bahwa, saya sampaikan bahwa Gubernur Papua dan Gubernur Papua Barat dan Bupati-bupati dan DPRD dan DPD tidak boleh kasih suara untuk pemilihan presiden 2019." tambah Egianus.

Dalam video pernyataan itu, Egianus mengungkapkan bahwa tidak meminta uang, bangunan, pemekaran kabupaten dan pembangunan jalan, namun meminta agar dilepas oleh NKRI.

"Saya minta pengakuan dilepas oleh NKRI, dipisah oleh NKRI, Papua harus merdeka," tutup Egianus.

Sontak unggahan tersebut langsung menarik warganet untuk berkomentar terhadap Egianus Kogoya.

Seperti akun Facebook Ishak Hasibuan yang menuliskan asumsinya, "Nampak ada yang mengajari bicara, itu artinya ada dalang dibalik ini semua, masyarakat yg diperalat oleh orang yang haus kekuasaan."

"Bagaimana mereka tidak minta merdeka, kalian saja selalu main perkataan yang rasis. Cobalah bicara, tanggapi dengan bijak toh tidak perlu rasis," ujar akun Facebook Steven Febry Sinay.

"Coba lihat ikat kepalanya, bisa jadi bendera itulah yang selama ini sudah mendanai alutsista mereka, sampai punya senjata luar negeri," ungkap akun Facebook Maxie Giofanino Hyde.

Sementara itu diberitakan oleh TribunJambi.com, Egianus Kogoya kini menjadi buron paling dicari seantero Irian Jaya oleh TNI-Polri.

Sebelumnya terjadi aksi brutal KKB pada 2 Desember 2018 yang membantai 19 pekerja Trans Papua PT Istaka Karya hingga mendapat sorotan tajam dunia Internasional.

Hal semacam itu dianggap biadab karena KKB Egianus Kogoya menyerang warga sipil tak bersenjata.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: suut amdani
Sumber: Tribun Video
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pembantaian Pekerja di Papua

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas