Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Suara Dentuman Misterius Kagetkan Warga Lampung Barat

Warga Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, dikagetkan dengan suara dentuman misterius

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Suara Dentuman Misterius Kagetkan Warga Lampung Barat
Tibunsumsel.com/ Kompas
Suara dentuman Misterius yang Hebohkan warga Sumatera Selatan. 

"Kami belum menerima laporan apakah ada kejadian lainnya," ujarnya.

Jawaban BMKG

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palembang mengaku belum mendapatkan informasi geofisika terkait fenomena dentuman yang dikabarkan didengar oleh masyarakat terjadi di langit Sumsel, Senin (24/12/2018) malam.

Kas Data dan Informasi BMKG Kenten Palembang, Nandang mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi tersebut. BMKG Stage of Bengkulu sebagai Stasiun Pengamat Seismik atau kegempaan terdekat juga belum mengabarkan info lebih lanjut prihal dentuman yang didengar warga pada dini hari.

"Kami dari BMKG Stalking Palembang belum mendapatkan informasi terkait itu (dentuman), BMKG Bengkulu juga belum memberikan penjelasan," ujar Nandang, Selasa (25/12/2018).

Ia menjelaskan, terkait suara yang terdengar di langit sebagian wilayah Sumsel, analisis sementara tercatat dari pantauan citra Radar dan Satelit Cuaca di Stasiun Meteorologi SMB II Palembang tidak ada indikasi parameter cuaca yang menyebabkan suara tersebut.

"Untuk pergerakan Vulkanologi dan Cincin Api Asia yang lebih berkompeten menyampaikan adalah Badan Geologi atau PVMBG. Bila ada kaitannya dengan Anak Krakatau tersebut perlu narasi dari pembuktian ilmiah," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, pihaknya belum dapat memastikan apakah siaran dentuman ada kaitannya dengan bencana tsunami Selat Sunda yang dihasilkan dari Gunung Anak Krakatau.

Bila fenomena suara dentuman tersebut terkait cuaca, BMKG memastikan prakiraan suara itu dihasilkan dari awan CB (Cumulonimbus) yang ada di sekitar lokasi.

"Belum tahu dari anak krakatau atau bukan, jika faktor cuaca bisa jadi itu karena faktor awan CB. Karena fenomena awan CB bisa menghasikan surara guntur atau petir dari ari jarak yang cukup jauh," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas