Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ke Blitar, Presiden Jokowi Tak Mau Bagi-bagi Sepeda, Ini Gantinya

Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Jokowi kerap membagi-bagikan sepeda kepada masyarakat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Ke Blitar, Presiden Jokowi Tak Mau Bagi-bagi Sepeda, Ini Gantinya
Tribunnews.com/Seno
Tenda berukuran 10 meter x 5 meter di lapangan tenis indoor Kalianda di Kabupaten Lampung Selatan, menjadi tempat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghibur anak-anak yang terdampak tsunami Selat Sunda. 

TRIBUNNEWS.COM, BLITAR - Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Jokowi kerap membagi-bagikan sepeda kepada masyarakat.

Hadiah sepeda itu umumnya dia berikan kepada warga yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dia lontarkan. 

Namun berbeda saat berkunjung ke Blitar, Kamis (3/1/2019).

Di sela pembagian sertifikat tanah itu, dia terang-terangan menyatakan tidak mau memberikan hadiah sepeda. Sebaliknya, dia hanya memberikan kesempatan berfoto bareng. 

"Karena sekarang lagi musim kampanye, saya tidak membagikan sepeda. Saya ganti dengan foto. Foto ini lebih berharga dari pada sepeda. Sepeda bisa beli di mana saja," kata Presiden Jokowi

Sertifikat Tanah

Kehadiran Presiden Jokowi untuk membagikan sertifikat tanah disambut bahagia oleh warga. Salah satunya adalah Kasiatun. 

Rekomendasi Untuk Anda

Kasiatun merasa lega setelah mendapatkan sertifikat tanah dari Presiden Joko Widodo di Pendopo Sasana Adipraja, Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Perempuan asal Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, itu sudah bertahun-tahun memimpikan punya sertifikat tanah.

"Saya sudah lega, sekarang sudah punya sertifikat tanah," kata Kasiatun saat berada di atas panggung bersama Presiden Jokowi.

Kasiatun bercerita kepada Presiden sudah sejak lama mengurus sertifikat tanah miliknya tetapi tidak jadi-jadi.

Dia mengaku diombang-ambingkan petugas saat mengurus sertifikat tanah. Dia beruntung bisa ikut program pendaftaran tanah sistem lengkap (PTSL) dari pemerintah pusat. Dia bisa mengurus sertifikat tanah tanpa dipungut biaya.

"Saya dulu mengurus sertifikat sendiri malah seperti diombang-ambingkan. Naik ojek ke kantor pertanahan bolak-balik sampai 25 kali tetap tidak jadi sertifikatnya. Terima kasih Pak Jokowi, sekarang saya sudah punya sertifikat," ujar Kasiatun.

Hal sama diungkapkan Mariani, warga Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Mariani merasa senang setelah mendapatkan sertifikat tanah dari Presiden.

Ada tujuh bidang tanah milik keluarga Mariani yang sudah mendapat sertifikat tanah. "Senang ada program PTSL, biaya pengurusan sertifikatnya gratis," ujarnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas