Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Ada Korban saat Longsor Susulan Tadi Malam, Hanya Perubahan Kontur Tanah

Longsor susulan di lokasi longsor Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok masih terjadi, pasca bencana pada Senin (31/12/2018) lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Tak Ada Korban saat Longsor Susulan Tadi Malam, Hanya Perubahan Kontur Tanah
Tribunnews.com/Naufal Fauzy
Petugas relawan gabungan sedang melakukan evakuasi lanjutan korban longsor di Cisolok, Sukabumi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Longsor susulan di lokasi longsor Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok masih terjadi, pasca bencana pada Senin (31/12/2018) lalu. Longsor susulan terjadi pada Rabu (2/1/2019) malam.

"Semalam pukul 22.30 terjadi longsor susulan. Pergeseran tanah cukup signifikan, namun tidak ada korban jiwa, hanya perubahan kontur tanah," ujar Humas Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor via pesan elektroniknya, Kamis (3/1/2019).

Joshua mengatakan, hari ini, pencarian korban yang tertimbun masih terus dilakukan.

Kali ini sudah menggunakan alat berat setelah sebelumnya pencarian menggunakan alat seadanya karena akses jalan serta lokasi kejadian yang cukup jauh.

"Sudah menggunakan alat berat seperti excavator dan peralatan pendukung lainnya seperti mesin pompa," kata Joshua.

Baca: Pasangan Pelajar Kubur Bayi Hidup-hidup, Kepergok Warga saat Bermaksud Memindahkan Makam Sang Bayi

Tim gabungan pencari korban mencapai 364 orang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri dan unsur lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Hingga hari ini, menurut data Kantor SAR Bandung, jenazah korban yang berhasil ditemukan mencapai 13 orang.

20 orang lagi ‎masih dilakukan pencarian.

Adapun total korban mencapai 100 jiwa, 64 di antaranya selamat serta tiga orang luka-luka.

Kabid Humas Polda Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan Polda Jabar melibatkan anjing pelacak (K-9) untuk mencari korban‎.

"Anjing pelacak khusus pencarian korban," ujarnya.

Menurutnya, pencarian sempat terkendala faktor cuaca karena hujan deras kerap mengguyur wilayah tersebut.

Sehingga perlu menunggu cuaca cerah agar anjing dapat mencari korban dengan mudah.

"Curah hujan kan air, nah air itu membuat kendala. Kecuali kering. Kalau sedang kering, tim bergerak," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas