Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Ikhtiar Misbakhun agar Jokowi Berjaya di Tapal Kuda

Ikhtiar Misbakhun agar Jokowi Berjaya di Tapal Kuda. Jokowi telah berbuat untuk indonesia

Ikhtiar Misbakhun agar Jokowi Berjaya di Tapal Kuda
ISTIMEWA
Konsolidasi Relawan Tetap Misbakhun (Tekun) Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

“Kalau ada cerita bayi baru lahir itu sudah punya utang Rp 12 juta, saya tanya bapak dan ibu semua apakah pernah ditarik untuk ikut bayar utang pemerintah? Tidak kan?” kata Misbakbun.

Mantan pegawai pajak di Kementerian Keuangan itu menambahkan, narasi tentang tambahan utang sengaja dibuat oleh pihak yang tak menginginkan Presiden Jokowi menang pilpres lagi.

Padahal, kata Misbakhun, pemerintah tidak bisa semaunya berutang karena harus melalui persetujuan DPR, termasuk fraksi-fraksi partai yang selama ini menempatkan diri sebagai oposisi.

“Ini perlu dijelaskan. Biasanya partai politik setiap pembahasan APBN di DPR semua partai ikut dan setuju. Termasuk mereka yang teriak teriak soal utang,” katanya lagi.

Bagi Misbakhun, pemerintahan Presiden Jokowi berutang demi pembangunan. Angka pinjamannya pun sudah sesuai perhitungan dan persetujuan berbagai pihak.

“Kalaupun Indonesia membangun infrastruktur tanpa utang pasti bisa. Tapi pertanyaannya kapan bisa selesai? Bisa sampai puluhan tahun lagi,” ujar Misbakhun.

Legislator kelahiran Pasuruan itu lantas mencontohkan pembangunan jalan tol yang sekarang sudah sampai di daerah pemilihannya.

Bahkan, Pasuruan di Jawa Timur hingga Merak di Banten sudah tersambung Tol Trans Jawa.

Padahal, kata Misbakhun, ruas Tol Gempol - Pasuruan sudah dibangun saat dirinya baru lulus SMP pada 1986. Namun, pembangunan ruas tol itu baru bisa diselesaikan di era Presiden Jokowi.

“Jalan tol dari Merak - Banyuwangi bakal menyambung ya zamannya Pak Jokowi. Bendungan dibangun, embung dibangun, pelabuhan dibangun, wilayah perbatasan dibangun,” katanya.

Misbakhun menambahkan, yang penting pertambahan utang juga disertai kenaikan aset pemerintah.

“Sehingga penerimaan pajak negara bertambah jadi mempunyai kemampuan untuk mengembalikan utang,” ujarnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Rachmat Hidayat
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas