Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tetangga Legiman 'Pengemis Kaya' Sering Dengar Kemerincing Uang, Keluarga Ceritanya Lain

Rebin menceritakan, ia bahkan pernah mengancam Legiman, jika sampai ketahuan mengemis lagi akan ia kembalikan ke Kalimantan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Tetangga Legiman 'Pengemis Kaya' Sering Dengar Kemerincing Uang, Keluarga Ceritanya Lain
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Legiman, pengemis Rp 1 Miliar di Pati 

Legiman mengaku tiap hari setor kepada adiknya. Namun adiknya membantah hal itu.

Dalam lembaran lembaran buku tulis itu terdapat angka-angka ratusan ribu yang dicatat. Ada juga tas pinggang warna hitam.

Setelah dibuka berisi sejumlah uang kertas pecahan seribu, dua ribu, lima ribu, dan lain-lain yang tidak tertata.

Terdapat juga beberapa bungkus mie instan, kipas angin duduk, televisi tabung serta sobekan kertas.

Ia segera mematikan televisi dan menjawab pertanyaan Tribun Jateng. Namun Legiman terbata-bata alias gagap bercakap.

Ketika Tribunjateng.com menyebut “Satpol PP”, Legiman sontak merespons, “Adikku.… Adikku….”

Ia lalu mengambil ponsel dari kamarnya, menawari untuk meneleponkan sang adik. Namun, Tribunjateng.com menolak tawaran Legiman secara halus. Legiman kemudian menunjukkan nomor ponsel adikknya. Tertulis “Rebih” di sana.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemudian, tanpa diminta, Legiman menunjukkan sebuah buku tulis yang lembar demi lembarnya penuh bertuliskan angka-angka.

“Itung… itung. Adikku itung,” ucapnya yang dapat ditangkap Tribunjateng.com.

Legiman juga menunjukkan KTP model lama (bukan e-KTP) diterbitkan oleh Dispendukcapil Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Dalam KTP yang telah habis masa berlakunya tersebut, diterangkan bahwa Legiman lahir di Pati pada April 1960. Kemudian ia menunjukkan tas hitam berisi uang kertas dan koin.

“Dari Pasar Tayu,” ucapnya. Ia kemudian berkata, “Kecekel(tertangkap) Pol PP… Alun-alun… sesok(besok) Pasar Tayu. Kecekel Pindo," sebutnya.

Dia hidup sendiri di kontrakan itu. Setahun bayar Rp 4 juta untuk biaya kontrak rumah. Hampir tiap hari adiknya antar jemput Legiman.

Terkumpul Fakta Baru

Baca: 5 Fakta Terbaru Kasus Pencabulan Siswi SMP di Kupang, Korban Menginap di Rumah Sahabatnya

Tribunjateng.com pun melakukan investigasi lebih lanjut. Terungkap fakta baru yang didapatkan dari berbagai pihak.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas