Tribun

Supianto Gagahi Gadis yang Telah Menolak Cintanya

Awalnya terdakwa dan terdakwa II ngobrol dengan korban soal pekerjaan terdakwa namun tema pembicaraan berubah

Editor: Eko Sutriyanto
Supianto Gagahi Gadis yang Telah Menolak Cintanya
indian express
Ilustrasi. 

Terdakwa juga mengaku akan mengajak temannya, Putra (terdakwa II) di pertemuan tersebut. Sekitar pukul 20.10 WIB terdakwa dan teman (terdakwa II) berangkat dari rumah terdakwa menuju ke Simpang Kelapa Hutan Ridingpanjang, dan tiba sekira pukul 20.30 WIB di lapangan sepakbola setempat.

Di lapangan sepakbola itu mereka bertiga bertemu.

Awalnya terdakwa dan terdakwa II ngobrol dengan korban soal pekerjaan terdakwa.

Namun pembicaraan berubah arah, setelah terdakwa I merayu korban.

Terdakwa I mencium korban seraya mengatakan bahwa terdakwa ingin menjadi pacar korban.

Sayangnya korban menolak, seraya mengatakan ia tidak mau menjadi pacar terdakwa.

Terdakwa I dan terdakwa II memaksa membuka celana korban.

Korban berusaha berontak, menolak seraya menangis namun tak dihiraukan oleh terdakwa I yang kemudian memeperkosanya.

"Kedua terdakwa merupakan Warga Bukitketok Belinyu. Terdakwa I dan Terdakwa II diadili dalam berkas perkara terpisah (split). Terdakwa didakwa Pasal 81 Ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2003 tentang perlindungan anak. Terdakwa diduga melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain," tegas JPU Yudha. 

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas