Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lia tak Menyangka Suaminya Tewas Ditikam Teman yang Sering Mereka Bantu

Hasan diduga tewas akibat ditikam oleh temannya yang hendak minta diantar pulang ke rumah, Rabu (6/2/2019).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Lia tak Menyangka Suaminya Tewas Ditikam Teman yang Sering Mereka Bantu
Sriwijaya Post
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Warga Kertapati dihebohkan dengan penemuan mayat dengan luka tusukan, Hasan Sugianto (36 tahun), warga Jalan Ki Merogan Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Hasan diduga tewas akibat ditikam oleh temannya yang hendak minta diantar pulang ke rumah, Rabu (6/2/2019).

Sopir truk ini awalnya hendak mengantar temannya YS dan ED pulang dengan menggunakan sepeda motor.

Tiba-tiba Hasan ditemukan tewas dengan 3 luka tusukan di belakang tubuhnya.

Berdasarkan keterangan istri korban, Lia (32 tahun), teman suaminya, YS dan ED sudah dua kali datang ke rumah menanyakan suaminya sudah pulang atau belum.

Alasan kedua kerabatnya itu mau minta diantar pulang ke rumah.

"Mereka datang sampai tiga kali, kemudian suami saya pulang lalu mau mengantar mereka. Awalnya saya sempat ngelarang, karena mereka bonceng tiga dan motor gak bisa bonceng tiga," ujarnya.

Baca: Hotman Paris Singgung Pimpinan Parpol di Prostitusi Kelas Atas: Main di Hongkong Pakai Private Jet

Rekomendasi Untuk Anda

Namun sekitar 10 menit istri korban mendapat kabar suaminya sudah meninggal.

"Dapat kabar itu, dari saksi mata, katanya suami saya langsung jatuh ke trotoar saat mengendarai motor. Motor sempat diamankan warga di bengkel dekat lokasi kejadian," kata dia.

Lia mengatakan, suaminya tidak memiliki masalah dengan siapapun.

Ia bahkan terkejut jika YS dan ED melakukan hal tersebut.

"Benar-benar tidak menyangka pak, YS dan ED sering ke rumah, sudah. Bahkan kalau tidak ada uang kadang kami beri uang," ungkapnya.

Lia menambahkan, teman suaminya YS dulunya pernah terlibat kasus pembunuhan yang membuatnya masuk penjara.

"Seinget saya si YS ini pernah membunuh pada tahun 2016 lalu," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kertapati Palembang, AKP I Putu Suryawan mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan masih meminta data dari saksi.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas