Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Truk Masuk Jurang Gara-Gara Sopirnya Mengandalkan Google Map, Begini Kisahnya

Agus terjun ke sungai Wos sedalam 20 meter di perbatasan Banjar Gelogor, Desa Lodtunduh, Ubud-Banjar Silakarang, Desa Singapadu Kaler, Sukawati

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Truk Masuk Jurang Gara-Gara Sopirnya Mengandalkan Google Map, Begini Kisahnya
Tribun Bali/ I Wayan Eri Gunarta
Warga melihat truk jatuh ke jurang meskipun melihat Google Maps 

Laporan Wartawan Tribun Bali I Wayan Eri Gunarta
 

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Saat kebingungan menuju suatu tempat,  Google Maps saat ini salah satu yang diandalkan untuk mengarahkan ke alamat yang dituju.

Google Maps juga biasanya memberikan beberapa jalan alternatif agar pengemudi memilih sendiri mana jalan yang terbaik.

Namun, awal bulan ini terjadi peristiwa nahas yang dialami oleh laki-laki bernama Agus Tri Pamungkas (23).

Ia baru saja terjun ke sungai bersama truk yang ditumpanginya akibat Google Maps.

Agus terjun ke sungai Wos sedalam 20 meter di perbatasan Banjar Gelogor, Desa Lodtunduh, Ubud-Banjar Silakarang, Desa Singapadu Kaler, Sukawati.

Keterangan pihak korban melalui Pecalang Desa Adat Gelogor, I Ketut Sumardika bahwa Agus berniat membawa batu padas menggunakan truk dari Banyuwangi ke Banjar Kengetan, Desa Singakerta, Ubud.

Baca: 13 Hari Hilang Misterius, Mobil Kadek Rifki Ditemukan di Dasar Jurang di Buleleng Bali

Rekomendasi Untuk Anda

Karena tak tahu jalan menuju tempat yang diinginkan, Agus pun memanfaatkan Google Maps.

Sayangnya, Google Maps tak bisa mendeteksi jalan itu hanya bisa dilalui oleh pengendara sepeda motor namun Agus pun tetap mengikuti petunjuk Google Maps.

Sesampainya di sebuah jembatan, Agus kaget lantaran jalanan yang dilaluinya terlalu sempit untuk dilalui.

Ia pun sempat berpikir untuk putar balik, namun kemungkinan kecil truknya bisa berputar arah.

Alhasil, Agus tetap melanjutkan perjalanan hingga sampai di sebuah jalan menanjak dengan kondisi jalan rusak, di situlah mesin truknya mati lalu terpelanting ke jurang sungai.

"Jadi ia (Agus) pakai aplikasi handphone. Saat berada di jembatan, ia sudah bigung mau balik arah, tapi karena jalannya tak lebih dari tiga meter, iapun tak bisa berbalik. Nahas menimpa saat ia berusaha naik ke jalan tanjakan yang kondisinya rusak. Lalu truknya mati, dan ngatrek lalu terpelanting ke bawah,” jelas Sumardika.

Baca: Warga Kampung Cipeutag Enggan Pindahkan Puing Bus Kramat Jati yang Kecelakaan di Cicalengka

Warga yang mengetahui kejadian itu segera membantu mengevakuasi Agus.

Masyarakat setempat pun telah melakukan pemangkasan pohon bambu, guna memudahkan proses evakuasi truk tersebut.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas