Berkat Kejelian Petugas, Sabu dalam Kemasan Kopi Gagal Beredar di Lingkungan dalam Lapas Binjai
Diduga Mardiana merupakan anggota jaringan pengedar narkotika ke lingkungan Lapas.
Editor: Eko Sutriyanto

Laporan Wartawan Tribun Medan Dedy Kurniawan
TRIBUNNEWS.COM, BINJAI - Dua orang petugas Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Binjai, Mariati dan Jeta Sitepu menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu sebanyak ke dalam Lapas.
Sebanyak 12 paketan sabu sabu dengan berat kotor 58,52 gram gagal beredar ke dalam Lapas, Rabu (13/2/2019)
Kedua petugas Lapas ini, menemukan barang haram sabusabu yang dibawa oleh Mardiana (31) warga Jalan Sei Lepan, Kelurahan Pujidadi, Binjai Selatan.
Mardiana membawa sabu yang dikemas dengan sebungkus platik kopi kemasan sekitar pukul 10.30 WIB.
Kalapas Klas IIA Binjai Maju Amintas Siburian menyatakan, upaya penyelundupan sabu ke dalam Lapas gagal, setelah Mardiana diperiksa sekaligus digeledah oleh Staf Kesatuan Pengamanan Lapas Binjai di pintu masuk utama.
Petugas curiga dengan gelagat Mardiana.
Baca: Oknum Kades di Bangkalan Diamankan Saat Konsumsi Sabu
"Saat mau masuk ke dalam Lapas Binjai dia membawa sebungkus sayur dan satu plastik kemasan Top Coffee. Petugas yang melakukan pemeriksaan merasa curiga dengan bungkusan sachet Top Coffee. Pas dicek isinya baru ketahuan," ujar Kepala Lapas (Kalapas) Klas II A Binjai, Maju Amintas Siburian.
Kecurigaan petugas lantaran isi bungkus kopi kemasan bertekstur lebih keras dari yang biasanya saat dicek.
Petugas Lapas Mariati lantas bertanya secara detail ke Mardiana untuk menjelaskan muatan kemasan kopi yang tidak sesuai isi.
"Awalnya dia banyak berdalih, dia mengelak untuk menjawab pertanyaan petugas kami, dari situlah makin curiga," kata Maju.
Petugas membuka bungkusan di hadapan pengunjung dan petugas lainnya, termasuk di hadapan anggota Polri yang ditugaskan di Lapas.
Ketika dibuka, didapati isi kemasan kopi berwarna putih diduga sabu sabu.
"Saya mencurigai Mardiana merupakan anggota jaringan pengedar narkotika ke lingkungan Lapas. Apalagi, pelaku sebut kalau rencananya sabu ini akan diberikan kepada suaminya. Diduga untuk diedarkan. Untuk proses penyelidikan selanjutnya dan sepenuhnya dalam kewenangan kepolisian," ujarnya.