Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sebarkan Materi Kampanye Capres Prabowo, Kasek dan Guru di Tulungagung Dilaporkan ke Bawaslu

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tulungagung memeriksa kepala SDN Moyoketen 1 dan seorang guru dari sekolah yang sama

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Sebarkan Materi Kampanye Capres Prabowo, Kasek dan Guru di Tulungagung Dilaporkan ke Bawaslu
HANDOUT
Capres Prabowo Subianto saat diarak dengan mobil menuju lokasi acara 'Prabowo Menyapa Rakyat Jawa Barat' di Gedung Serbaguna Assakinah, Jalan KH Abdulah Bin Nuh pukul 10.10 WIB. Sepanjang jalan Prabowo Subianto disambut dengan solawat badar dan yel-yel Prabowo Presiden. 

TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tulungagung memeriksa kepala SDN Moyoketen 1 dan seorang guru dari sekolah yang sama, Selasa (12/3/2019).

Keduanya dilaporkan warga karena diduga menyebarkan materi kampanye dari pasangan calon presiden (capres).

Materi yang disebarkan itu dianggap menyalahi netralitas Apratur Sipil Negara (ASN).

“Ada yang melaporkan keduanya, sehingga kami melakukan klarifikasi,” terang Ketua Bawaslu Tulungagung, Fayakun.

Kepala SDN Moyoketen 1, Riyadi mengunggah materi yang kampanye di grup Whatsapp yang beranggotakan para kepala sekolah.

Dalam unggahannya, Riyadi menyatakan dukungannya kepada Capres nomor dua.

Hal serupa juga dilakukan oleh guru bernama Gandi.

Rekomendasi Untuk Anda

Bedanya Gandi meneruskan materi kampanye dari grup Facebook pendukung Capres nomor 2, dan diunggah di Facebooknya.

Seseorang kemudian melaporkan Gandi, karena dianggap tidak netral.

“Tiga hari yang lalu kami layangkan panggilan lewat Dinas Pendidikan. Hari ini kami melakukan klarifikasi,” sambung Fayakun.

Hasil klarifikasi, kedua ASN ini dinyatakan bersalah.

Keduanya juga membuat pernyataan menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Selain itu, materi yang terlanjut diunggah yang mendukung Capres tertentu akan dihapus.

Dalam penjelasannya, keduanya mengaku iseng.

“Gd misalnya, dia mengaku tidak mendukung Capres tertentu tapi janya menyukai Capres itu. Dia tidak pernah terlibat kampanye, tapi meneruskan materi kampanye grup FB,” tutur Fayakun.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas