Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polisi Buru Penyebar Isu Kiamat di Ponorogo

Polisi memburu penyebar isu kiamat di Ponogoro yang menyebabkan 52 warga pindah ke Malang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Polisi Buru Penyebar Isu Kiamat di Ponorogo
TRIBUNMADURA/RAHADIAN BAGUS
Anggota Polsek Badegan, Ponorogo bersama anggota TNI saat mendatangi rumah Katimun atau Kotimun yang diduga mengajak 52 warga Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, ke Malang dengan menyebarkan isu kiamat, Rabu (13/3/2019). 

Pada pengikut thoriqoh Musa ini tidak hanya warga Kecamatan Badegan, tetapi juga ada yang dari Kecamatan Jambon, Kauman, Balong, bahkan ada beberapa warga dari Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.

"Mereka biasanya sering mengikuti kegiatan pengajian di rumah Khotimun di Desa Watubonang. Kegiatan pengajian di rumah itu dilaksanakan dua kali seminggu," jelas dia, Rabu (13/3/2019) malam.

Sementara itu, tetangga Khotimun, Maskur (40) dan Ngatini (38) mengaku tidak tahu keberadaan Khotimun.

"Nggak tahu pergi ke mana, saya bukan asli sini, saya perantauan, orang Wonogiri. Istri yang orang sini," kata Maskur, saat ditemui, Rabu (14/3/2019) sore.

Senada dikatakan suaminya, Ngatini (38) juga mengaku tidak tahu keberadaan tetangganya. Namun ia membenarkan, bahwa Khotimun tinggal bersama anak dan istrinya di rumah tersebut.

"Niku wangsul malih (itu pulang lagi), kadang satu dua hari pulang. Ngga tahu perginya ke mana," katanya

Ibu dua anak ini mengatakan, di depan rumah Khotimin terdapat surau atau mushola dari bambu dan kayu yang dipakai untuk pengajian. Biasanya, yang mengaji di tempat itu adalah anak-anak.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ya dipakai ngaji biasa, ngaji iqro anak-anak," kata Ngatini.

Hal yang sama juga dikatakan Ruminah (35) yang rumahnya hanya berjarak sekitar lima meter dari rumah khotimin.

"Saya memang tetangganya, tapi saya nggak tahu," katanya.

Ibu dua anak ini mengatakan, dulu anaknya memang pernah ikut ngaji belajar iqro di tempat Khotimin, namun saat ini sudah tidak lagi.

"Dulu anak saya pernah ikut ngaji, tapi sekarang sudah tidak," katanya.

Pantauan di lokasi, surau yang berdinding bambu dan kayu di depan rumah Khotimin tampak sepi. Begitu juga rumah Khotimin.

Di depan rumah Khotimin terdapat beberapa gambar pria bersurban, bertuliskan Kyai Agus Muhammad Romli Sholeh yang ditempel di tembok dan jendela rumah. 

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Polisi Buru Penyebar Isu Kiamat di Ponorogo yang Sebabkan 52 Warga Pindah ke Malang

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas