Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komisi Pemberantasan Korupsi RI Pantau Pengelolaan Dana Desa di NTT

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia saat ini sedang memantau penggunaan dana desa di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi NTT.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Miftah
zoom-in Komisi Pemberantasan Korupsi RI Pantau Pengelolaan Dana Desa di NTT
POS KUPANG/AMBUGA LAMAWURAN
Wakil Ketua KPK RI sewaktu menandatangani pakta integritas di Gedung Sasando, Kota Kupang, Kamis (21/3/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia saat ini sedang memantau penggunaan dana desa di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi NTT.

"Kalau kita mau bangun Indonesia yang besar ini, kita harus perhatikan hal paling kompleks, seperti dana desa. KPK sudah melihat penggunaan dana desa dari jauh," kata Wakil Ketua KPK RI Saut Situmorang dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi se-Provinsi NTT dalam Rangkaian Pekan Pencegahan Korupsi Terintegrasi.

Rakor ini digelar di Aula Fernandes, Gedung Sasando, Kota Kupang, Kamis (21/3/2019).

Dia katakan, dana desa akan sangat membantu masyarakat dan pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Di Bali, dana desa digunakan untuk menjadikan desa itu tempat favorit," ujarnya.

Dijelaskan, peran KPK saat ini masih terbatas, jika dibanding dengan di negara-negara lain.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saat ini KPK RI bekerja baru untuk penyelenggara negara. Harus juga nanti di sektor swasta. UU yang telah kami sampaikan ke presiden, bahwa KPK harus bisa merambah pihak swasta," katanya.

Karena itu, ungkapnya, perlu adanya pembenahan terlebih dahulu, apalagi Indonesia direncanakan akan sama seperti Singapura pada tahun 2045.

"Kita tidak mau seperti terjadi waktu itu. Kita mau kiamat tahun 1998 dan kita bikin UU antikorupsi tahun '99. Sekarang kita benahi sistem kerja, agar bisa menjangkau juga pihak swasta. Jadi yang kita lakukan hari ini bukan untuk kita sekarang. Tapi bisa untuk anak-anak kita. Sama seperti orang bangun infrastruktur," terangnya.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Sumber: Pos Kupang
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas