Buaya yang Meresahkan Warga Desa Kuta Simboling Belum Berhasil Ditangkap
Buaya itu tidak juga masuk ke dalam perangkap yang terbuat dari kerangkeng besi, kendati sudah dipasang umpan ayam putih di dalamnya
Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, SINGKIL - Upaya perangkap buaya yang dipasang Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama warga di sungai dekat rumah penduduk kawasan Desa Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil belum membuahkan hasil.
Buaya itu tidak juga masuk ke dalam perangkap yang terbuat dari kerangkeng besi, kendati sudah dipasang umpan ayam putih di dalamnya.
Warga semakin tertantang untuk menangkap hewan karnivora tersebut.
Strategi pun diubah dengan mengganti umpan dari ayam ke bebek hidup yang bisa berenang di permukaan air.
“Hingga saat ini, buaya belum juga masuk dalam perangkap. Karenanya, umpan kita ganti dari ayam jadi bebek hidup,” kata Kaya, warga Kuta Simboling kepada Serambi, Jumat (12/4).
Kaya meyakini, penggunaan umpan bebek hidup itu akan membuahkan hasil.
Baca: Jenazah Bocah Karni Ditemukan 100 Meter dari Tempat Awal Dia Diterkam Buaya
Sebab, diperkirakan buaya akan terpancing dengan gerakan bebek yang diletakkan dalam kerangkeng besi.
“Setelah umpannya diganti bebek, kami yakin buaya akan masuk jebakan,” ujarnya penuh keyakinan yang diamini warga lainnya.
Untuk diketahui, sejak sepekan terakhir, warga Kuta Simboling, Suka Makmur, dan Siti Ambia yang lokasinya berdekatan dengan sungai diresahkan dengan penampakan buaya berukuran besar.
Hewan predator itu kerap muncul di sungai yang berada di dekat permukiman warga.
Keresahan warga dipicu lantaran mereka kerap menggunakan sungai itu untuk tempat mandi, mencuci, serta mencari nafkah. Belum lagi sungai tersebut menjadi wahana bagi anak-anak desa itu untuk bermain dan berenang.
Menjawab kekhawatiran itu, BKSDA dibantu warga setempat memasang perangkap penangkap buaya sejak Rabu (10/4), di sungai tersebut.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.