Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Curhat Para PSK Sunan Kuning Menjelang Ditutup, Semalam Bisa Layani Sampai 15 Tamu

Pemerintah Kota Semarang berencana untuk menutup Lokalisasi Sunan Kuning mulai Agustus 2019.

Curhat Para PSK Sunan Kuning Menjelang Ditutup, Semalam Bisa Layani Sampai 15 Tamu
Tribun Jateng /Hermawan Handaka
Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto saat melakukan sosialisasi rencana penutupan Resos Argorejo Kawasan Sunan Kuning di Balai RW 04 Kelurahan Kalibanteng Kulon Kota Semarang bersama sejumlah PSK dan penghuni Sunan Kuning, Selasa (18/6). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Curhat Para PSK Sunan Kuning: 15 Tamu Dalam Semalam Hingga Kantongi Rp 7 Juta Per Bulan

TRIBUNJOGJA.com, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang berencana untuk menutup Lokalisasi Sunan Kuning mulai Agustus 2019.

Namun, rencana ini memeroleh penolakan dari para Pekerja Seks Komersial (PSK) dan para pemilik wisma di kawasan tersebut.

Mereka berpendapat bahwa penutupan lokalisasi justru akan menimbulkan masalah baru.

Di antara yang menolak itu, salah satunya adalah Eni (30), seorang PSK asal Wonogiri.

Ia menegaskan bahwa penutupan itu akan melahirkan masalah baru lantaran para PSK tak punya pekerjaan lainnya untuk memenuhi biaya kebutuhan hidup.

Video Viral Saat Ustaz Ebit Bertemu Para PSK di Lorong-lorong Sempit untuk Ajak Tobat

Cerita Menyayat Hati dari Balik Bedeng Kumuh Lokalisasi Tangail, Tempat Prostitusi Berusia 2 Abad

Kramat Tunggak, Dulu Jadi Lokalisasi Prostitusi Terbesar di Jakarta

Sementara di lokalisasi ini, Eni mendapatkan penghasilan yang lumayan besar. Jika ramai, sebulan ia bisa mengantongi uang hingga Rp 7 juta.

Diakui Eni, ia sebenarnya ingin meninggalkan pekerjaan tersebut, namun himpitan ekonomi yang membuatnya terjun ke dunia prostitusi.

Untuk mencari pekerjaan lain pun dia merasa kesulitan lantaran hanya berpendidikan sekolah dasar saja.

"Saya dulu di Gbl (Gambilangu) empat bulan terus ketahuan keluarga akhirnya pulang kerja disana. Tapi, anak saya semakin besar dan butuh biaya banyak, penghasilan saya tidak cukup, akhirnya saya kesini," paparnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas