Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Guru SLTA di Kubu Raya yang Mencabuli Siswinya Ternyata Sudah Miliki 4 Istri, 3 Bekas Muridnya

HU diduga menjadi korban asusila atau pencabulan oleh orang yang sangat dihormatinya, yakni gurunya sendiri.

Editor: Sugiyarto
zoom-in Guru SLTA di Kubu Raya yang Mencabuli Siswinya Ternyata Sudah Miliki 4 Istri, 3 Bekas Muridnya
Pos Kupang
Ilustrasi 

Iapun mengungkapkan bahwa orang kampung sempat marah dan menggeruduk kediaman pelaku, namun saat didatangi oleh warga, pelaku tidak ada.

Kemudian, di tempat yang sama, Wakil Ketua BPD Desa Setempat, berharap pelaku dapat segera diamankan pihak kepolisian dan memberikan keadilan bagi korban.

"Kami selaku aparatur desa, mengharap hal-hal ini dapat ditangani serius, dari penegak hukum, dan media untuk membantu kami agar pelaku ini dapat tertangkap sesuai harapan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan terlapor sendiri bagi warga merupakan sosok panutan yang sebelumnya disegani dan dihormati warga desa.

Oleh sebab itu, warga desa pun tak menyangka terduga tega dan berani melakukan perbuatan bejat tersebut.

"Saya sendiri sangat mengagumi beliau, sangat mengagumi. Sehari-sehari dia baik kepada masyarakat, dan alumni-alumni dari lembaga pendidikan beliau juga sangat mumpuni," ujarnya.

"Dengan kejadian sepeti ini menurut kami ini di luar akal sehat. Kalau kita sekilas memang tidak percaya sama sekali, karena memang kalau ada acara, beliau diundang itu selalu datang, komunikasinya juga baik, dari para siswa juga tidak ada tindakan yang tidak menyenangkan," katanya.

Berita Rekomendasi

Pihak BPD Desa berharap kendati ada kejadian memalukan ini, lembaga pendidikan yang dipimpin terduga pelaku tetap berjalan normal.

Tidak mengganggu aktivitas belajar mengajarnya, karena ia menilai pendidikan sangat penting bagi masyarakat desa, dan bila mana ada kesalahan, itu bukanlah salah dari sebuah lembaga, namun kesalahan dari oknum.

Baca: Mahfud MD Tegaskan Semua Kecurangan yang Terbukti di MK Akan Berpengaruh, Tak Hanya soal TSM

"Berdasarkan informasi dari masyarakat, sesepuh dan masyarakat berharap ini tetap dijalankan. Dan ada satu rekan guru yang sanggup menjalankan, tapi hanya sementara. Karena menyangkut pendidikan, dan pendidikan itu sangat diperlukan oleh masyarakat, sehingga kelangsungan pendidikan itu diharap tetap berlanjut. Yang salah ya tetap salah, dan mengingat perekonomian masyarakat kayak ini, lembaga pendidikan di sini sangat diharapkan masyarakat, apabila kita sekolah di luar desa tentunya biaya akan lebih besar," harapnya.

Norsalam, mantan Kades setempat yang pada waktu kasus ini terkuak turut dihadirkan warga untuk dimintai pendapat pun membenarkan hal tersebut saat ditemui di kediamannya di Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

"Iya kalau informasi pencabulan itu benar, karena saya selaku mantan Kades itu disuruh hadir ke sana untuk dimintai pendapat kelanjutan akan kasus ini, pada tanggal 10 Juni 2019," katanya.

Iapun mengimbau kepada warga untuk tidak main hakim sendiri dan berlaku anarkis di desa, dan menyerahkan seluruh prosesnya ke pihak berwajib.

Selanjutnya, dirinya juga meminta kepada pihak terduga pelaku untuk menyerahkan diri.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
asd
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
Â
1x
    • Chapters
    • descriptions off, selected
    • subtitles off, selected
      ×

      Ads you may like.

      © 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
      Atas