Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sebelum Bunuh Kelpinda, Pelaku Ajak Korban Nongkrong

Setelah membunuh, D pulang duduk dalam rumah, menangis dan merasa menyesal telah melakukan pembunuhan

Sebelum Bunuh Kelpinda, Pelaku Ajak Korban Nongkrong
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
D (kiri) sedang menjalani permiksaan di kantor polisi. D diduga pembunuh Kelpinda di Musi Rawas 

Laporan Wartawan Tribun Sumsel Eko Hepronis

 
TRIBUNNEWS.COM, MUSIRAWAS - Kelpinda (15) ditemukan membusuk di Sungai Kelingi, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas Rabu (19/6/2019).

Sempat jadi teka-teki,  akhirnya terungkap pelaku pembunuh Kelpin ternyata D remaja berusia 14 tahun yang tak lain temannya sendiri.

D saat dibincangi Tribunsumsel.com di Polres Mura mengaku, sangat menyesal dan mengaku khilaf telah membunuh temannya sendiri.

Bahkan usai kejadian D langsung pulang ke rumah.

"Setelah membunuh itu saya pulang duduk dalam rumah. Air mata saya netes, saya nyesal sekali," tuturnya saat dibincangi Tribunsumsel.com, Kamis (20/6/2019).

Baca: Pembunuhan Jamal Khashoggi: PBB Temukan Indikasi Kuat Keterlibatan Putra Mahkota MBS

D menuturkan saat itu pulang bekerja sebagai buruh serabutan, kemudian pergi ke lokasi TKP (Cucian Mobil) bertemu dengan tiga temannya.

Saat itu H mengajaknya untuk membunuh Kelpin.

"Alasan mereka mengajak mau mengambil motor dan menjualnya, setelah dijual dia (H) mengimingi saya uang Rp 1 juta. Tanpa pikir panjang saya setuju dan bersedia," kata D.

Ia mengaku, awalnya mereka merencanakan akan membunuh Sabtu malam Minggu (15/6)

Namun saat itu D tidak ada di Muara Beliti dan rencana tersebut mereka tunda malam berikutnya.

Baca: Begal Sadis Ini Sudah Beraksi di 43 Lokasi, Ciwang Akhirnya Tewas Ditembak Polisi

"Minggu malam (16/6) saya jemput Kelpin dari Jayaloka, tiba dicucian langsung saya pukul 3 kali pakai kayu, kemudian H memukulnya sampai pingsan," katanya.

D menambahkan ia merupakan anak yatim dan sudah lama mengenal Kelpin.

Bahkan ia bersama para tersangka lainnya sering nongkrong bersama di lokasi pembunuhan.

"Nyesal sekali pak, saya khilaf duit itu saya belum terima. Saya menyesal sekali membunuhnya padahal kami kawan dekat," terangnya.

Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Sumsel
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas