Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Setya Novanto Jalani Pidana

Selama Jadi Pesakitan Kasus Korupsi, Setnov Sudah 40 Kali Kebih Dirujuk ke RS

Setnov panggilan akrabnya, kini menjalani pidana di Rutan Gunung Sindur setelah terciduk plesiran ke toko bangunan di Padalarang

Selama Jadi Pesakitan Kasus Korupsi, Setnov Sudah 40 Kali Kebih Dirujuk ke RS
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Setya Novanto diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 dengan tersangka Sofyan Basir. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG-Tim dokter Kanwil Kemenkum HAM Jabar menyebut Setya Novanto didiagnosa menderita gangguan jantung koroner, diabetes hingga saraf tulang belakang kejepit dan vertigo.

Setnov panggilan akrabnya, kini menjalani pidana di Rutan Gunung Sindur setelah terciduk plesiran ke toko bangunan di Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Jumat (14/6/2019).

"Sejak dari KPK, yang bersangkutan sudah 26 kali dirujuk ke rumah sakit. Kemudian kedua, Setnov masuk ke Lapas Sukamiskin pada 4 Mei 2018 dan hingga kini sudah dirujuk 22 kali," ujar dr Mayrina, anggota tim dokter Kanwil Kemenkum HAM saat ditemui di Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kamis (20/6).

Sementara itu, dr Susi, dokter khusus Lapas Sukamiskin menyebut pihaknya mendapat rekomendasi dari dr Hadi Pranata selaku dokter spesialis saraf RSPAD Gatot Soebroto, bahwa Setnov harus menjalani perawatan.

Baca: Chef Arnold Disuruh Kaesang Jadi Tukang Masak hingga Tukang Parkir, Gibran Rakabuming Merasa Kasihan

Baca: Striker Persija Marko Simic Perhatikan Lini Belakang Persela

Baca: Budaya Malu, Benteng Penegakan Syariat Islam dan Bebas Korupsi di Aceh

Baca: Rene Mihelic Berburu Kemenangan dalam Duel Persib Kontra Madura United

"Bahwa Setnov harus menjalani perawatan lanjutan tiap dua minggu untuk fisio terapi. Untuk gangguan koronernya sudah dipasang dua ring," ujarnya.

Sementara itu, dua ASN di Lapas Sukamiskin dijatuhi hukuman disiplin buntut plesiran terpidana korupsi KTP elektronik Setya Novanto ke toko keramik di Kota Baru Parahyangan, Padalarang Kabupaten Bandung Barat.

Satu ASN berinisial YAP sebagai komandan jaga dan satu lagi, SS selaku pengawal Setnov.

YAP ‎dikenakan sanksi hukuman disiplin sedang berupa penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun dan pada SS dikenakan hukuman disiplin berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 tahun.

"Satu orang yang dijatuhi hukuman disiplin ini ‎tergolong PNS baru, lulusan 2017," ujar Kepala Lapas Sukamiskin Bandung, Tejo Herwanto di Jalan AH Nasution, Kamis (20/6). Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Liberti Sitinjak.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas