Indra Saputra Sempat Terombang-ambing di Laut Akibat Boat Miliknya Mati Mesin
Boat ‘Alexa’ milik Indra Saputra mengalami mati mesin setelah berlayar kurang lebih setengah jam untuk mencari ikan.
Editor: Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Boat yang dinakhodai Indra Saputra (35), nelayan Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, terombang-ambing di laut akibat mati mesin, Minggu (23/6/2019) pagi.
Boat ‘Alexa’ milik korban mengalami mati mesin setelah berlayar kurang lebih setengah jam untuk mencari ikan.
Indra Saputra yang berangkat sendirian selanjutnya menghubungi Panglima Laot Ujong Kareung dan meminta bantuan untuk segera dievakuasi.
Proses evakuasi pun mulai dilakukan dengan melibatkan tim gabungan dari personel Pos SAR Sabang, BPBD, TNI AL dan relawan RAPI Sabang.
Kepala Kantor SAR (Kakansar) Banda Aceh, Budiono SE mengatakan, korban Indra Saputra terombang-ambing dengan boat ‘Alexa’ miliknya pada jarak 10 mil dari Sabang.
Begitu mendapat informasi, personel Pos SAR Sabang langsung berkoordinasi dengan BPBD Sabang, TNI AL Sabang, dan Panglima Laot Ujong Kareung.
Sebanyak 7 personel dari Pos SAR Sabang diturunkan dan bergerak ke titik koordinat lokasi boat ‘Alexa’ terombang-ambing dengan estimasi waktu tiba sekitar 40 menit.
Baca: Anggota DPRD Kolaka Utara Meninggal di Hotel, Benarkah karena Kecapaian?
"Alhamdulillah begitu petugas kami tiba di sana, boat korban sedang ditarik oleh boat nelayan yang turut membantu sekitar pukul 08.20 WIB. Lalu, petugas kami yang sudah tiba di sana, ikut mengawasi sampai korban dan boatnya dipastikan betul-betul aman tiba di daratan," ungkapnya.
Boat korban ditarik oleh boat nelayan Sabang yang turut membantu pencarian, tiba dengan selamat ke Dermaga TPI Ujong Kareung Sabang.
"Lalu, sekitar pukul 09.00 WIB, Tim SAR gabungan menyerahkan korban kepada pihak Panglima Laot Ujong Kareung dan operasi pun selesai dilaksana," kata Budiono.
Tewas Akibat Boat Diterjang Angin
Sementara itu, dampak cuaca buruk, Jaya Saputra (32) nelayan warga Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, ditemukan meninggal dunia, setelah boat miliknya terbalik akibat diterjang angin kencang di perairan Syiah Kuala, Sabtu (22/6/2019) pagi.
Informasi yang diperoleh Serambi, jasad korban ditemukan terapung oleh nelayan dibantu kapal patroli Polairud Polda Aceh yang mencarinya sekitar pukul 09.30 WIB, setelah dilaporkan belum kembali dari melaut.
Anggota Brimob Polda Aceh, Brigadir Gunawan yang ada di lokasi saat itu dan bersama-sama warga ikut mengevakuasi jasad korban menceritakan kronologis kejadiannya.
Menurutnya, pada Sabtu (22/6/2019) pagi, sekitar pukul 05.30 WIB, korban berangkat sendirian melaut untuk mencari ikan.
Begitu memasuki kuala muara Lampulo, boat yang dinaiki korban diduga terbalik setelah diterjang angin, sehingga korban tenggelam dan nyawanya tidak tertolong.(mir)
Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Nelayan Terombang-ambing di Laut