Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Jokowi Sebut Kalimantan Sebagai Ibu Kota Baru, Lampung Belum Menyerah Menawarkan Daerahnya

Menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo terhadap perpidahan ibukota negara ke Kalimantan, Tapi Lampung belum menyerah.

Editor: Sugiyarto
zoom-in Jokowi Sebut Kalimantan Sebagai Ibu Kota Baru, Lampung Belum Menyerah Menawarkan Daerahnya
Tribunkaltim.co/HO Humas Setkab RI
Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat meninjau salah satu lokasi alternatif pengganti Ibu Kota Baru RI 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo terhadap perpidahan ibukota negara ke Kalimantan, Sekretaris Tim DKI Lampung Ary Meizari Alfian mengaku pihaknya cukup prihatin.

"Karena bukan apa-apa resiko terhadap semua aspek berkehidupan berbangsa kita kedepan ini akan mempunyai resiko yang cukup besar," ucapnya, Selasa 30 Juli 2019.

"Artinya bahwa yang pertama seperti yang sudah kita lakukan dari berbagai kajian di Kalimatan ini mempunyai resiko yang cukup besar."

"Pertama dari kemungkinan konflik horizontal dari aspek penerimaan masyarakat di sana dan pendatang setelah itu kondisi pembangunan," imbuhnya.

Baca: Galih Ginanjar Minta Maaf, Fairuz A Rafiq: Sudah Kayak Gini Baru Minta Maaf, Kemarin ke Mana Saja?

Selanjutnya, ketersediaan baik sumber daya manusia, sumber daya material, serta kondisi lahan yang gambut perlu diperhatikan.

"Kemudian masalah pasca perpindahan itu akan memiliki resiko besar terhadap resistensi ASN, karena mereka punya keluarga cukup besar yang akan dipindahkan 800 sampai 1,5 juta dan mereka punya keluarga kalau dibawa ke Kalimantan gak memungkinkan kalau mau ditinggal, biaya mau pulang pergi siapa yang mau tanggung," terangnya.

Berita Rekomendasi

Besar harapan Ary jika pemerintah memaksakan pindah ke Kalimantan untuk membuka kajiannya.

"Bapenas itu mengeluarkan tujuh kreteria untuk supaya ibu kota pindah terutama terkait ketersedian lahan itu sebagian besar tidak terpenuhi di Kalimantan, salah satu contoh ketersedian air terus penerimaan aspek sosial grafis masyrakat bisa menerima atau tidak," jelasnya.

"Kemudian mitigasi bencana disana juga kan malah bencana kebakaran setiap tahun terjadi, Jadi tolong hasil kreteria tersebut dijabarkan kepada masyarakat apakah kreteria yang diberikan terpenuhi di Kalimantan," imbuhnya.

Ary menuturkan perpindahan ini tidak bisa dianggap sepele.

"Perlu digaris bawahi perpindahan Ibu kota ini jangan dianggap sepele karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat seluruh Indonesia dan juga martabat kalau sampai salah bukan hanya di nasional di internasional ya dipermalukan," ungkapnya.

Ary mengumpamakan jika pemilihan pejabat ada feet and proper tes maka untuk ibu kota juga perlu adanya hal serupa

"Jangan sampai warga negara kita mengingatkan betul-betul memberikan penjelasan kepada masyarakat supaya hasil kajian bisa dipertanggungjawabkan (jika di Kalimantan)," bebernya.

Meski demikian, Ary berkeyakinan jika Lampung masih berpeluang menjadi ibu kota negara.

"Karena saya tahu pak Jokowi gak ada kepentingan pribadi dan keluarga, tapi ini keputusan politik, saya punya keyakinan pak Jokowi akan memilih berdasarkan rasionalitas berdasakan kajian yang dipertanggungjawabkan karena ini menyangkut legacy beliau kedepan. Saya berharap memutuskan pertimbangan yang matang," sebutnya.

Untuk itu, Ary mengaku pihaknya akan tetap berjuang sampai titik darah penghabisan.

"Artinya sampai diputuskan secara resmi oleh pemerintah oleh pak jokowi maupun DPR RI," katanya.

Lanjutnya, kalau keputusan tersebut sudah dilakukan oleh Joko Widodo nantinya akan disetuji oleh DPR RI.

"Makan nantinya kami coba berjuang mengingatkan keputusan itu, jika yang diambil oleh pak jokowi di Klimantan, kami ingatkan ke DPR resiko resikonya," ucapnya.

Adapun langkah yang dilakukan pihaknya, kata Ary yakni dengan mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo.

"Sudah kami kirimkan surat ke presiden untuk kita audiensi, ya itu kita juga akan mencoba mengingatkan pada mahasiswa dan kepada aliansi BEM untuk mengingatkan kepada pemerintah agar tidak salah sangka, perpindahan ini dimensinya luarbiasa dan pengaruhnya terhadap kehidupan berbangsa kita," tandasnya. (tribunlampung.co.id/hnif mustafa)

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Presiden Jokowi Pilih Kalimantan, Tim DKI Lampung Prihatin Tapi Tetap Yakin Lampung yang Terpilih

Sumber: Tribun Lampung
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas