Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gempa di Banten

BNPB Berikan Trauma Healing ke Warga Terdampak Gempa

Merespon itu, ‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku telah melakukan penanganan trauma kepada para pengungsi

BNPB Berikan Trauma Healing ke Warga Terdampak Gempa
Tribunnews.com/Gita Irawan
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono saat konferensi pers Ekspedisi Destana Tsunami 2019 di Graha BNPB Jakarta Timur pada Rabu (10/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -‎ Gempa berkekuatan magnitudo 6,9 di Banten membuat sedikitnya 1.050 warga di wilayah terdampak mengungsi ke tempat aman.

Selain itu, gempa juga mengakibatkan empat korban meninggal dunia, empat korban luka dan ‎223 bangunan mengalami rusak berat, sedang hingga ringan.

Baca: Sunda Megathrust dalam Keadaan Kritis dan Bakal Picu Gempa 9 SR? Para Ahli: Itu Hoaks

Tidak dipungkiri ‎warga yang merasakan gempa ada pula yang mengalami trauma.

Hal ini diamini oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono.

"Iya, trauma sejak gempa dan diumumkan potensi tsunami.. Apalagi ditambah dengan kondisi sekarang ya trauma," singkat Rahmat Triyono s‎aat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Sabtu (3/8/2019).

Merespon itu, ‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku telah melakukan penanganan trauma kepada para pengungsi.

BNPB telah menjelaskan kondisi terkini kepada pengungsi agar dapat kembali ke rumah masing-masing, karena kondisi sudah aman.

"Semua pengungsi sudah balik, trauma healing yang dimaksud adalah menjelaskan kepada warga tentang kondisi yang terjadi. Agar masyarakat tenang dan mau pulang ke rumah masing-masing," ungkap Plh. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB, Agus Wibowo di kantornya.

Untuk diketahui, gempa magnitudo 6.9 yang terjadi pada Jumat (2/8/2019) pukul 19.03 WIB‎.Gempa tersebut berlokasi 147 KM barat Daya Sumur, Banten dan berpotensi tsunami.

Beruntung pukul 21.35 WIB, BMKG ‎telah menyatakan peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa berakhir.‎

Baca: Update: Empat Meninggal Dunia dan Ratusan Rumah Rusak Pascagempa Banten M 6,9

‎Kepala BNPB Letjen Doni Monardo sejak pagi tadi sudah berada di Pandeglang untuk memantau langsung penanganan dampak gempa.

Semestinya subuh tadi Doni bertolak ke Palangkaraya dan Pontianakuntuk meninjau satgas kebakaran hutan dan lahan namun dia menunda dan memutuskan ke Banten, terkait gempa.

Ikuti kami di
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas