Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Pesisir Pelabuhan Ratu Sempat Panik, Air Laut Surut Ternyata Hanya Hoaks

Kepanikan warga pesisir Pantai Palabuanratu sempat terjadi setelah melihat pesan berantai melalui media sosial.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Warga Pesisir Pelabuhan Ratu Sempat Panik, Air Laut Surut Ternyata Hanya Hoaks
IST
Pasien dan keluarga pasien RSUD Lebak berhamburan keluar pasca gempa 7.4 SR yang terjadi Jumat (2/8/2019) malam pukul 19.07 WIB. 

TRIBUNNEWS.COM, SUKABUMI - Kepanikan warga pesisir Pantai Pelabuhan Ratu sempat terjadi setelah melihat pesan berantai melalui media sosial yang berisi pantai surut sebagai tanda-tanda akan terjadi tsunami.

Dinas terkait dan BMKG langsung mengimbau warga tak panik dengan terjun langsung ke lapangan dan memantau suasana pantai.

Seperti yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi.

Kondisi pantai sejak petang hingga malam hari dalam kondisi aman dan normal seperti biasanya.

Namun karena pesan telanjur beredar, kepanikan warga tak terbendung.

Semua yang berada di pinggir pantai sempat terpancing untuk menghindari kawasan pesisir.

Seperti yang dilakukan oleh Meta (25) dan teman-temannya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kebetulan toko kami berada di pesisir dan masih buka, jadi setelah melihat informasi yang beredar kami menyelamatkan diri menuju tempat tinggi," katanya, Sabtu (3/8/2019).

Meta kembali lagi ke tempat semula setelah mendengar imbauan dari kepolisian dan BPBD serta Dinas Pemadam Kebakaran bahwa informasi tersebut adalah hoaks.

"Kami bersyukur tak terjadi hal yang tak diinginkan, kami kembali lagi namun tetap dihantui rasa cemas," ujarnya.

15 Rumah Rusak

Sebanyak 15 rumah mengalami kerusakan akibat gempa Banten yang juga dirasakan oleh warga di wilayah Sukabumi.

Dari 15 rumah tersebut, satu rumah mengalami rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan lima rumah mengalami rusak ringan.

Kerusakan rumah tersebar di sembilan kecamatan dan 12 desa.

Laporan sementara ini masuk ke BPBD Kabupaten Sukabumi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas