Tribun

Acara Lamaran Pernikahan Berdarah Terjadi di Kupang, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya

Acara Lamaran Berubah Ricuh hingga Satu Orang Tewas, Ini Kronologi Lamaran Pernikahan Berdarah

Editor: Sugiyarto
Acara Lamaran Pernikahan Berdarah Terjadi di Kupang,  Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya
Telegraph.co.uk
Ilustrasi 

Pria yang bekerja sebagai nelayan ini tinggal di RT 002/Rw 001 Dusun I Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Ia diduga luka kena sabetan senjata tajam.

Setelah melakukan aksi tersebut, korban melarikan diri kearah jalan umum.

Tepatnya di depan rumah sdr Samuel Pahk dan dianiaya menggunakan benda tajam (parang) oleh sekelompok massa yang mengejarnya.

Akibatnya korban mengalami luka sabetan sajam yang cukup serius pada leher bagian kiri.

Ada juga bahu bagian kanan, telapak tangan kanan, hingga korban meninggal dunia.

Setelah kejadian, korban yang bernama Maksi Robin Mesahk dilarikan ke Puskesmas Oesao kemudian dilanjutkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat.

CATATAN :

Adapun korban luka terkena lemparan batu :

1. Petrus Dale, Lk, 42 thn, Tani, Protestan, Rote alamat Rt 002/Rw 001 Dusun I Desa Tanah Merah, Kec. Kupang Tengah, Kab. Kupang (mengalami luka dibagian hidung akibat terkena lemparan batu).

2. Yeremia Naru, Lk 38 Thn, Swasta, Protestan, Rote, Indonesia, alamat Rt 30/Rw 002, Kel. Kefa Tengah, Kec. Kota Kefamenanu, Kab. TTU (mengalami luka robek pada kepala bagian kiri serta luka memar pada lengan kanan).

3 korban lainnya dibawah kerumah sakit SK. Lerik, Kota Kupang. Demikian dilaporkan.

Hingga berita ini duturunkan belum ada penjelasan resmi dari polisi terkait dengan kronologis dan nama-nama para korban dan terduga pelaku pengeroyokan.

Keterangan Kapolres

Kapolres Kupang, AKBP Indera Gunawan SIk mengakui acara peminangan pernikahan di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Kamis (8/8/2019) petang berujung memakan korban jiwa.

Acara lamaran itu dari pihak laki-laki ke pihak perempuan di mana tengah dibuatkan tenda, diduga karena saling tersinggung dengan omongan, maka terjadi percecokan dan salah satu terkena bacokan hingga tewas.

Kapolres Indera Gunawan ketika dikonfirmasi POS KUPANG.COM, Kamis (8/8/2019) pukul 21.15 Wita menegaskan bahwa tidak ada bentrokan antar warga.

Kejadian ini salah paham karena diduga akibat sudah mengkonsumsi minuman keras.

"Bukan bentrok antar warga. Ini orang lamaran pihak laki-laki ke pihak perempuan aja.

Bantu-bantu buat tenda mungkin tersinggung omongan ribut karena minum. Akhirnya satu bacok dibalas pihak satunya," jelas Indera.

Kapolres Indera membenarkan satu orang terkena bacokan atas nama Mesakh.

Korban dibawa ke Puskesmas Oesao dan meninggal di puskesmas.

"Iya yang bacok pertama dibalas pihak satunya. Meninggal di Puskesmas Oesao.

Sementara masih kami tangani. Piket siaga di TKP tapi masih kondusif.

Soal yang terkena luka-luka masih kami data," kata Kapolres Indera.

(POS-KUPANG.COM/Edi Hayong)

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Acara Pinangan Bersimbah Darah! Satu Tewas Ditebas Parang, 6 Luka-luka hingga Telinga Putus

  Tribun JualBeli
berita POPULER

Wiki Terkait

berita TERKINI
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas