Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jagal Sapi Kurban yang Meninggal, Sempat Bercanda dengan Cucu Pertama dan Bermaaf-Maafan

Fajar mengaku sebelum kejadian menimpa ayahnya itu, pihak keluarga tak menyangka dan tak ada firasat sama sekali

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Jagal Sapi Kurban yang Meninggal, Sempat Bercanda dengan Cucu Pertama dan Bermaaf-Maafan
Capture video WAG
Seorang panitia kurban berinisial AH meninggal dunia saat hendak menyembelih hewan kurban di Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Minggu (11/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNNEWS.COM, CIMAHI - Seorang pria berinisial AH (52), warga Kampung Sukarintih, RT 4/5, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, meninggal dunia saat hendak melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Putra kedua dari Almarhum AH, Fajar Lukmanulhakim (22) menceritakan ayahnya meninggal dunia saat hendak menyembelih hewan kurban milik keluarganya.

Berikut ini penjelasannya :

1. Korban begadang semalaman

Menurut Fajar, ayahnyapada Sabtu (10/8/2019) malam, sempat begadang bersama temannya untuk menjaga sapi dan domba.

Setelah itu, Fajar mengaku almarhum itu sempat tidur sebentar.

Baca: Terungkap, Sosok Ini Disebut-sebut Bakal Gantikan Steven Paulle di Persija Jakarta

Rekomendasi Untuk Anda

Ayahnya kemudian pergi ke lapangan tak jauh dari rumahnya untuk salat Iduladha.

Sekitar pukul 08.00 WIB, AH sempat berkumpul dan bermaaf-maafan bersama keluarga besarnya.

"Paginya sekitar pukul 08.00 WIB sempat kumpul keluarga sambil bercanda dengan cucu pertama," ujarnya

 2. Sembelih sapi kurban keluarga

"Itu sapi kurban keluarga kami, setiap tahun suka kurban. Lokasi di belakang rumah, sebelumnya pas malam Sabtu begadang sama temen sambil jaga sapi dan domba. Terus setelah bergadang takbiran, azan sampai salat Subuh sempat jadi imam," ujar Fajar Lukamunulhakim di rumahnya, Senin (12/8/2019).

3. Tidak Ada firasat

Fajar mengaku sebelum kejadian menimpa ayahnya itu, pihak keluarga tak menyangka dan tak ada firasat sama sekali.

"Asalnya bapak enggak ada keluhan apa-apa, pas memasuk jam 8 lebih, tenaga bapak kuat. Sapi dijatuhin bapak sambil takbir. Pas itu bapak tali mati kaki sapi biar kaki sapi enggak berontak. Baru masukin tali tambang ke kaki sapi pertama sambil mengucapkan takbir, baru satu (ikatan) bapak langsung jatuh," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas