Ratapan Anak yang Tendang Kepala Ibu, Kini Sang Bunda Telah Tiada
Hasil jualannya itu selalu diberikan kepada Andri yang belum memiliki pekerjaan itu, sebagai uang jajan.
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Andri (21) tidak henti-hentinya meminta maaf kepada ibunya, Rusmini, saat perempuan itu dirawat di RSUD Soewandhie.
Melihat kondisi ibunya yang semakin lemah, dia meminta agar ibunya kembali sehat.
Saat ibunya itu masih dirawat di RS, Andri juga sempat berjanji akan berubah menjadi lebih baik dan bekerja.
Hal ini seperti dituturkan oleh Novi, anak kedua Rusmini.
"Adik saya bilang : bu kalau kuat ayo, aku akan kerja, aku nurut ibu, ibu minta apa saja aku turuti. Ojo nganu aku terus aku gak popo," ujar Novi (26) saat ditemui di rumah duka di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Selasa (27/8/2019).
Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan ke-4, MU dan Liverpool Live di Mola TV
Baca: Resmi : Alexis Sanchez Hengkang Dari Manchester United ke Inter Milan
Baca: Kemensos Urai Masalah PKH Sampang
Mendengar permohonan maaf dari Andri, Rusmini yang drop akibat sakit jantung dan paru-paru yang dideritanya selama 26 tahun itu merespon.
Meski hanya berbaring.
"Ibu masih merespon saat dibisiki sama adik saya. Langsung meneteskan air mata," terang Novi.
Kemudian, Andri juga sudah minta maaf kepada seluruh anggota keluarga.
Dia mengaku sudah bertaubat dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
"Adik minta maaf sama kakak, sama bapak, katanya wes minta maaf sudah taubat," kata Novi.
Semasa hidup, Rusmini berjualan es teh di dalam rumah.
Hasil jualannya itu selalu diberikan kepada Andri yang belum memiliki pekerjaan itu, sebagai uang jajan.
Setelah videonya viral, Andri dibantu Pemkot Surabaya untuk mengikuti pelatihan kerja.